에고 이쁜 얼굴이 어쩌다. 빨리 회복되기를 바랍니다
[seluruh] Mantan anggota AOA, Kwon Mina, menderita malpraktik medis?! Penyusutan, luka bakar, gugatan hukum.
Mantan anggota AOA, Kwon Mina, mengungkapkan bahwa ia menderita luka bakar tingkat dua setelah menjalani prosedur pengencangan kulit.
Kami akan mengatur prosedur, penjelasan dari rumah sakit, masalah pelanggaran hukum medis, dan kemungkinan tanggapan hukum.
1. Apa yang Terjadi dalam Kecelakaan Medis Kwon Min-ah?
Kwon Mina baru-baru ini mengungkapkan di media sosial pribadinya bahwa ia menderita luka bakar serius setelah menjalani perawatan dermatologis.
Foto-foto yang dirilis menunjukkan kulit merah dan mengelupas di bagian tengah kedua pipi.
Diagnosis rumah sakit menyatakan bahwa ia menderita luka bakar tingkat dua.
Pada tanggal 24 bulan lalu, Kwon Min-ah menerima 600 suntikan perawatan pengencangan kulit saat tidur di sebuah klinik dermatologi.
Dia menjelaskan bahwa ketika dia membuka matanya setelah prosedur tersebut, dia merasakan sakit yang hebat dan kulitnya mengalami kerusakan.
2. Apa itu terapi penyusutan?
Shrink adalah perawatan pengencangan yang meningkatkan elastisitas dengan memancarkan gelombang ultrasonik terfokus intensitas tinggi (HIFU) jauh ke dalam kulit.
Meskipun merupakan prosedur yang relatif umum, intensitas energi yang tinggi dapat membawa risiko luka bakar dan kerusakan saraf.
Khususnya untuk perawatan berdaya tinggi dengan 600 tembakan atau lebih, iritasi kulit sangat kuat, sehingga keahlian dan manajemen keselamatan sangat penting.
3. Isu-isu Utama ① Prosedur Tidur dan Formulir Persetujuan
Kwon Min-ah berkata, “Saya sudah rutin menggunakan jasa rumah sakit ini,
Dia mengklaim, “Dalam prosedur ini, tidak ada efek samping yang dijelaskan atau formulir persetujuan yang ditulis.”
Jika benar, ini bisa menjadi pelanggaran terhadap kewajiban untuk menjelaskan berdasarkan hukum kedokteran.
Selain itu, jika prosedur dilakukan saat pasien tertidur, pasien mungkin mengalami rasa sakit atau reaksi abnormal lainnya.
Kekhawatiran terkait keselamatan muncul karena sulit untuk mengirimkannya secara langsung.
4. Isu Utama ② Posisi Rumah Sakit dan Debat tentang Tanggung Jawab
Pihak rumah sakit mengatakan tidak ada masalah khusus selama prosedur tersebut dan menyebutkan kemungkinan adanya kerusakan pada ujung alat.
Namun, orang yang bersangkutan menyatakan bahwa ia hanya direkomendasikan untuk berobat di rumah sakit yang sama, meskipun rumah sakit tersebut bukan rumah sakit spesialis luka bakar.
Bagian ini juga kontroversial.
Saat ini, posisi kedua belah pihak saling bertentangan, dan ada kemungkinan besar bahwa ini akan melampaui sekadar efek samping dan menjadi masalah tanggung jawab atas kecelakaan medis.
5. Gangguan jadwal total dan kerusakan mental
Akibat kecelakaan ini, Kwon Mina telah membatalkan semua siaran dan jadwal pribadinya yang telah direncanakan.
Dia mengatakan bahwa karena sifat luka bakar di wajahnya, dia tidak dapat keluar rumah dan bahkan mengalami gejala panik.
Minat terhadap cakupan kompensasi semakin meningkat, karena bukan hanya kerugian finansial tetapi juga kerusakan psikologis dapat menjadi signifikan.
6. Apakah tindakan hukum dimungkinkan?
Kwon Min-ah mengatakan bahwa ia sedang mempertimbangkan gugatan perdata dan pidana karena negosiasi dengan rumah sakit tidak berjalan lancar.
Dalam kasus serupa di masa lalu, ketika malpraktik medis diakui, putusan dikeluarkan yang memberikan kompensasi puluhan juta won.
Isu-isu di masa mendatang kemungkinan akan mencakup apakah penjelasan pra-prosedur dan prosedur persetujuan diikuti, kesesuaian prosedur tidur, dan pengelolaan perangkat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q1. Dapatkah perawatan penyusutan menyebabkan luka bakar tingkat dua?
A. Itu mungkin. Perawatan ultrasound berdaya tinggi mengirimkan panas ke lapisan kulit yang lebih dalam.
Tergantung pada intensitas, waktu, dan kondisi ujung alat, luka bakar dapat terjadi.
T2. Bisakah saya menerima perawatan pengencangan saat tidur?
A. Hal ini tidak dilarang secara hukum, tetapi tidak mungkin untuk segera menyampaikan rasa sakit atau reaksi yang merugikan.
Kontroversi terkait keselamatan masih berlanjut.
Q3. Apakah ada masalah jika saya melakukan prosedur tanpa persetujuan?
A. Penjelasan tentang efek samping dan persetujuan tertulis merupakan kewajiban hukum bagi para profesional medis.
Mengabaikan hal ini dapat mengakibatkan pelanggaran terhadap Undang-Undang Kedokteran.
Q4. Bagaimana saya harus bereaksi jika terjadi kecelakaan medis?
A. Setelah mengamankan bukti seperti foto dan sertifikat medis, lakukan diagnosis ulang di rumah sakit lain.
Biasanya, tanggapan disampaikan melalui Badan Perlindungan Konsumen Korea (1372) atau melalui nasihat hukum.