이런일이있었군요 ~ 잘보고갑니다
[seluruh] Dugaan penyalahgunaan kekuasaan oleh Hwang Hee-chan?! Mobil super terbengkalai, protokol, Jembatan Yeongdong, keluarga, dan penjaga gawang
Kontroversi semakin membesar seiring dengan menyebarnya tuduhan penyalahgunaan kekuasaan oleh Hwang Hee-chan melalui pemberitaan pada tanggal 12 Februari.
Situasi ini telah menimbulkan kontroversi terkait dengan ditinggalkannya sebuah Ferrari di Jembatan Yeongdong, upaya menutup-nutupi kecelakaan mobil super, dan bahkan protokol keluarga.
Namun, pihak Hwang Hee-chan membantah semua tuduhan dan mengumumkan akan mengambil tindakan hukum.
Kami merangkum laporan dan posisi resmi yang telah dirilis hingga saat ini.
1. Dugaan penyalahgunaan kekuasaan oleh Hwang Hee-chan dimulai. Bagaimana struktur kontraknya?
Kecurigaan atas penyalahgunaan kekuasaan oleh Hwang Hee-chan ini bermula dari hubungan kontraktualnya dengan perusahaan jasa upacara 'Bahana (UCK)'.
Diklaim bahwa struktur tersebut merupakan salah satu bentuk pertukaran penyediaan kendaraan dan kegiatan promosi di bawah nama perusahaan pribadi Hwang Hee-chan, BtheHC.
Perusahaan tersebut mengatakan telah menyediakan total 22 mobil super selama satu tahun.
Termasuk kendaraan senilai ratusan juta won, antara lain Ferrari SF90, Purosangue, Lamborghini Urus, dan Mercedes-Benz G63.
Di sisi lain, pihak Hwang Hee-chan menerimanya sesuai dengan lingkup kontrak.
Mereka membantah bahwa ada alasan yang sah untuk pemutusan kontrak tersebut.
2. Apa saja isu-isu yang terkait dengan insiden penelantaran mobil Ferrari di Jembatan Yeongdong?
Bagian paling mengejutkan dari tuduhan penyalahgunaan kekuasaan terhadap Hwang Hee-chan adalah insiden Jembatan Yeongdong yang terjadi pada pagi hari tanggal 31 Mei 2025.
Terdapat laporan bahwa sebuah Ferrari Purosangue seharga 800 juta won berhenti di jalan dan Hwang Hee-chan melarikan diri dari tempat kejadian.
Perusahaan tersebut mengklaim bahwa pengemudi pergi hanya dengan menyalakan lampu darurat, sehingga menimbulkan kemungkinan pelanggaran Undang-Undang Lalu Lintas Jalan.
Secara khusus, hal yang disoroti adalah bahwa meninggalkan kendaraan di jembatan pada malam hari menimbulkan risiko kecelakaan susulan yang tinggi.
Namun, pihak Hwang Hee-chan mengatakan, "Kami menunggu di dalam kendaraan selama sekitar 15 menit, dan setelah berbicara dengan perusahaan dan memastikan keamanan, kami pun berangkat."
Mereka menjelaskan bahwa mereka tidak diberi informasi yang memadai mengenai tindakan pencegahan keselamatan kendaraan.
3. Kontroversi terkait penyelidikan tentang tabrakan di tempat parkir dan tabrak lari
Kecelakaan lain terjadi pada Juli 2025, ketika sebuah Ferrari didorong keluar dari posisi parkir dan menabrak sebuah Grandeur.
Ini berarti bahwa perusahaan telah mengambil alih penanganan kecelakaan tersebut.
Opini publik memburuk, terutama setelah muncul laporan bahwa rekaman panggilan telepon tersebut berisi komentar yang bertanya, "Bukankah ini termasuk tabrak lari?"
Perusahaan tersebut mengklaim telah menanggung biaya perbaikan sekitar 60 juta won.
Pihak Hwang Hee-chan segera melaporkan kecelakaan tersebut dan menyatakan niat mereka untuk meminta maaf dan memberikan kompensasi.
Dia menjelaskan bahwa kewajiban untuk memproses asuransi terikat secara kontraktual dengan perusahaan.
4. Kecurigaan kekerasan dalam rumah tangga dan kegagalan untuk mempromosikannya di media sosial
Tuduhan penyalahgunaan kekuasaan oleh Hwang Hee-chan telah menyebar ke keluarganya.
Perusahaan tersebut mengklaim bahwa kakak perempuan Hwang Hee-chan, Hwang Hee-jung, juga menggunakan kendaraan tersebut dan bahwa beberapa kecelakaan telah terjadi.
Selain itu, kewajiban kontraktual untuk melakukan promosi di media sosial tidak dipenuhi.
Dia mengungkapkan bahwa dia bahkan diminta untuk menangani upacara pribadi seperti pemakaman dan penjemputan perjalanan.
Di sisi lain, pihak Hwang Hee-chan membantah bahwa kontrak tersebut dengan jelas menyatakan bahwa tunjangan untuk anggota keluarga inti diwajibkan dan tidak ada paksaan atau perolehan secara cuma-cuma.
Sebaliknya, mereka mengklaim bahwa perusahaan tersebut telah menggunakan hak cipta potret tersebut tanpa izin dan terus mempromosikannya bahkan setelah kontrak berakhir.
Seiring dengan itu, perhatian juga tertuju pada apakah Hwang Hee-jung akan meninggalkan acara SBS <Goal Scorers>, di mana dia saat ini sedang tampil.
Terkait hal ini, SBS mengatakan, “Belum ada diskusi mengenai kepergiannya.”
“Karena hanya posisi sepihak yang disampaikan, kita perlu mendengar kedua sisi cerita,” katanya.
5. Apa saja isu-isu utama yang terkait dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan terhadap Hwang Hee-chan?
Inti dari kecurigaan penyalahgunaan kekuasaan oleh Hwang Hee-chan ini adalah ruang lingkup tanggung jawab kontraktual.
Baik itu kontrak sewa mobil, kontrak sponsor promosi, dan bagaimana klausul asuransi dan kompensasi kerusakan diatur.
Hal ini kemungkinan akan menjadi poin kunci dalam putusan hukum.
Saat ini belum ada putusan hukum. Pihak Hwang Hee-chan telah menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan mengancam akan mengambil tindakan tegas.
Perusahaan tersebut telah mengajukan gugatan atas tuduhan penipuan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q1. Benarkah Hwang Hee-chan meninggalkan Ferrari-nya di Jembatan Yeongdong?
Perusahaan tersebut mengklaim bahwa tempat itu ditinggalkan dan kemudian benar-benar ditinggalkan.
Pihak Hwang Hee-chan menjelaskan bahwa ia pindah setelah memastikan keselamatannya. Kebenaran masalah ini saat ini sedang menunggu peninjauan hukum.
Q2. Berapa banyak mobil super yang pernah Anda kendarai?
Menurut perusahaan, terdapat sekitar 22 unit. Namun, terdapat perbedaan interpretasi mengenai cakupan kontrak tersebut.
Q3. Benarkah kontroversi seputar kepergian Hwang Hee-jung?
SBS menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki situasi tersebut, dan belum ada keputusan resmi untuk mengeluarkan aktor tersebut.
Q4. Apakah ini akan berdampak pada aktivitas Hwang Hee-chan?
Sampai saat ini, belum ada dampak langsung yang terkonfirmasi terhadap aktivitas klub atau jadwal tim nasional.