Obrolan waktu nyata Ssang/Seng/Wing

Ayah #2

"Haruskah aku... memelukmu?"

Jaehwan langsung memelukku tanpa ragu.


"Ugh... ugh... Ayah... ugh... ugh..."


Tanganku yang tadinya tak terkendali segera memeluk Jaehwan dan menepuk-nepuknya.


Saya harap Jaehwan bisa menemukan sedikit penghiburan dalam diri saya.


"Apakah kalian semua menangis?"

"Ya... terima kasih..."


"Ya, Bu"

"(Bahasa isyarat): Jaehwan... Tapi tetap saja, manusia ini... Aku akan mengadakan upacara pemakaman..."

"(Bahasa isyarat): Siapa ini? Bukankah ini pemeran utama wanitanya?"

"(Bahasa isyarat): Ya, haha. Aku jarang bertemu denganmu..."
  
Apakah Anda dalam keadaan sehat?


(Bahasa isyarat): Hei~ Apa kabar~ Ada apa denganmu, Yeoju? Di mana yang sakit?"


"(Bahasa isyarat): Ah, haha ​​​​Aku datang mengunjungi temanku di rumah sakit dan bertemu Jaehwan~"


(Bahasa isyarat): Ya ampun... Jaehwan sangat beruntung. Seperti ini

"Aku juga punya pacar yang baik."

(Bahasa isyarat): Oh, aku bilang itu bukan Ibu.


"(Bahasa isyarat): Tidak haha. Jaehwan perlu bertemu wanita yang lebih cantik dan lebih cakap haha."


"(Bahasa isyarat): Oh ya ampun, Jaehwan. Bagaimana kabar Yeoju? Dia punya kepribadian yang baik dan cantik."

"Bersikaplah sopan."


(Bahasa isyarat): Oh, Bu, Ibu juga, sungguh. Ada tempat yang bisa dikunjungi di Yeoju juga.

Aku akan menyapa mereka."

"Oke, sampai jumpa~~"

Ibunya kesulitan membuka mulutnya.





"Nyonya, silakan masuk."

"Eh. Aku pergi dulu. Hubungi aku nanti kalau kau butuh aku."

"Ya. Terima kasih."

"Jangan khawatir, aku akan menjaga anak-anak dengan baik."

"Terima kasih, Nyonya."







Kehidupan #Jaehwan penuh keceriaan namun juga penuh peristiwa.