Ikuti kata hatimu

04

Pertengkaran antara Yeo-ju dan mantan pacarnya beberapa saat lalu memuncak menjadi perkelahian, dan Yoon-ki mampir ke minimarket terdekat untuk membeli plester dan obat-obatan untuknya. Ponsel Yeo-ju, yang tadi tergeletak tenang di atas meja, berdering keras. Itu Da-won. Yeo-ju mengerutkan kening mendengar nama tiga huruf itu dan perlahan menjawab telepon.

"Halo"

"Jeong Yeo-ju. Ada apa? Di mana kau?"

"Tanyakan satu per satu, Iseki. Terlalu banyak yang harus diceritakan, dan aku sedang berada di minimarket di sebelah rumahmu sekarang."

"Oke. Aku akan segera ke sana."

Dia masih kesal dengan Dawon, yang telah menutup telepon sebelum Yeoju selesai berbicara. Yoongi, yang telah membeli obat dan hendak meninggalkan minimarket, berjalan menuju Yeoju. Yoongi meraih lengan Yeoju dan dengan terampil mengoleskan obat, lalu akhirnya membalutnya. Wajah Yeoju dipenuhi rasa malu saat dia diam-diam menerima sentuhan Yoongi tanpa bisa berbuat apa-apa. Keduanya hendak pergi ketika Dawon muncul, memaksa mereka untuk duduk kembali.


photo

"Aku bilang aku akan datang, tapi apakah kau berencana pergi? Jeong Yeo-ju?"

Tokoh protagonis wanita tersentak melihat ekspresi serius Dawon yang tiba-tiba. Tanpa berkata apa-apa, tatapan mereka tetap terkunci. Min Yoongi lah yang memecah tatapan itu.

"Hah? Bukankah itu Idawon? Apa kau berteman dengannya?"

"Min Yoongi..? Ada apa?"

Tokoh protagonis perempuan, yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi, hanya bisa mendengarkan percakapan kedua orang itu. Setelah mendengarkan, ia menyimpulkan bahwa keduanya adalah teman. Entah bagaimana, ketiganya akhirnya berangkat ke sekolah bersama.




________________________________________________________



Halo. Saya seorang penulis. Saya sadar bahwa tulisan saya bukanlah yang terbaik. Saya menulis semata-mata karena saya menikmatinya. Saya tidak menulis untuk dinilai. Kepada mereka yang mengkritik tulisan saya yang buruk, saya ingin menyampaikan ini: Saya bukan penulis buku, jadi tulisan saya mungkin berkualitas rendah. Mohon dimengerti. Jika Anda benar-benar tidak menyukainya, jangan membacanya.
Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya kepada para pembaca yang menikmati tulisan saya. Terima kasih. Sampai jumpa di episode selanjutnya.