Selamat malam, babi kecilku

EP.22

photo
(Yeoju) Apa saja syaratnya??

(Ibu) Panggil ibu "ibu" dan jangan sok imut, belajarlah setiap hari

(Yeoju) Gila.. Huh!

(Ibu) Kamu gila? Kamu sudah mengumpat selama ini!!

Yeoju) Bukan.. bukan itu..

(Ibu) Ada apa ini?

(Yeoju) Aku tidak tahu... Berikan saja ponselnya padaku.

(Ibu) Kamu tidak suka?

Yeoju) Oh, kenapa!!

(Ibu) Mana anak yang berani mengumpat terang-terangan di depan ibunya? Makanya Ibu masih harus menelepon selama seminggu lagi.

Yeoju) Ha..

(Ibu) Hah? Kamu benar-benar anak yang baik, Bu Im Yeo-ju? Sepertinya aku akan main ponsel selama dua minggu. Haha. Kalau aku belajar giat, mungkin akan berkurang. Lalu aku akan pergi ke minimarket sekarang.

Yeoju) Ya..

photo

Setelah ibu pergi



(Yeoju) Aaaah ...

Tokoh protagonis wanita, merasa kesal, membuka KakaoTalk untuk mengirim pesan ke obrolan grup.

photo


Tokoh protagonis wanita mencoba mengirim pesan ke obrolan grup, tetapi secara tidak sengaja mengirimnya ke ibunya.


photo


Ting ting ting ting ting melelahkan~ (suara pintu terbuka)

(Ibu) Aku Yeo-ju. Kamu di mana?

Tokoh utamanya bersembunyi di dalam lemari.

berdebar_berdebar

Bam-

(Ibu) Ini dia~^^

Yeoju) Ahaha.. Apakah ibumu sudah kembali..?

Ibu) Oke^^ Semoga perjalananmu menyenangkan, Shikiya

Pupupupupukk tushi tushi ttaetjittaetji (Anda tahu maksud saya, kan? Pahlawan wanita yang malang...)

(Yeoju) Huaaa ...

(Ibu) Apa yang kulakukan sampai membuatmu menangis? Hah? Hah?

Yeoju) Hooo ...

(Ibu) Ya ampun...

Yeoju) Ibu Miwong😭 Hunghung😤

Ibu) .. Oke

Yeoju) Ya.

Tokoh protagonis wanitanya kasar(?) karena dia mirip ibunya. Tapi di sini, ibunya digambarkan terlalu jahat. Haha. Ya, ini akhirnya. Bagian selanjutnya akan kuserahkan pada Nanum Amidang. >< Lalu, Byul-ah, *kedip*.