jantung bulan

Episode 1: Takdir Bangkit di Bawah Cahaya Bulan

Di tengah malam, bulan terbit terang dan bulat di sebuah desa kecil di kerajaan Selenea. Nuh, seorang pemuda biasa, sedang pulang ke rumah setelah seharian bekerja keras seperti biasa ketika ia menemukan sebuah pecahan bercahaya di reruntuhan tua dekat desa.

Itu tak lain adalah "Jantung Bulan"—sebuah artefak kuno dan misterius.

Begitu Noah mengulurkan tangan dan mengambil pecahan itu, cahaya dingin menyelimuti tubuhnya dan jantungnya mulai berdebar kencang.

"Apa ini?"

Pada saat itu, cahaya bulan menyatu dengan pecahan-pecahan tersebut, menerangi mata Nuh. Tak seorang pun tahu bahwa sejak saat itu, nasibnya akan berubah selamanya.


Sementara itu, sebuah bayangan mengamati gerakan Noah dalam kegelapan. Belzerath, "Penguasa Kegelapan," yang mengenakan jubah hitam, berbicara dengan senyum sinis.

"Akhirnya kau menemukannya, jantung bulan. Kau ditakdirkan untuk menjadi milikku, Noah."


Sekembalinya ke desa, Noah, yang bingung dengan kekuatan misterius itu, mulai mencari hubungan antara dirinya dan kekuatan tersebut. Ia mencari Lian, seorang penyihir yang telah menjadi temannya sejak kecil, untuk meminta bantuan.

"Rian, aku… merasa aneh. Rasanya seperti ada sesuatu di dalam diriku yang terbangun."

Lean menghela napas panjang saat melihat tanda bercahaya di tangan Noah.

"Nuh, ini adalah 'Jantung Bulan' dalam legenda kuno. Hati-hati. Kegelapan yang mengincar kekuatannya sudah mulai bergejolak."