Dia terlalu baik untukku

💎 Sepuluh 💎

Aku tak menyangka jawabannya bisa sesederhana ini. Bagaimana cara bertahan selama 2 jam perjalanan bus di samping orang yang kamu sukai? Tidur.

Aku hanya memejamkan mata untuk berpura-pura tidur karena aku ingin keluar dari situasi canggung yang sedang kualami, tapi aku malah tertidur. Kurasa itu karena aku tidak bisa tidur nyenyak semalam, ditambah lagi aku terbangun terlalu pagi.

Aku terbangun karena merasakan halte bus sesekali. Indraku kini menyadari bahwa aku telah tertidur dan dari suaranya, sepertinya semua orang juga tertidur.

Aku membuka mata dan pandanganku disambut oleh jakun. Aku menelan ludah dan perlahan mendongak. Rahangku ternganga dan aku segera menutupnya kembali. Aku berbaring di dada Yedam! Bukan di bahu, tapi di dada!

photo

Aku tidak bisa bergerak! Dia merangkulku dan dia tidur!! Bisakah indraku kembali mati rasa? Aku merasakan semuanya!


Bagaimana aku harus bernapas? Tepat ketika aku mulai berpikir, matanya terbuka, tangannya secara naluriah memelukku lebih erat, lalu menatapku. Bunuh. Aku. Sekarang.

"Maafkan aku!" Aku segera menegakkan tubuh dan dia pun melakukan hal yang sama, sedikit meringis sambil meregangkan badannya. Aku pasti berat dan sisi tubuhnya pasti sakit!

"Maaf, maaf." Aku terus bergumam maaf sambil memijat bisepnya. Sumpah, aku tidak sedang merabanya. Aku benar-benar memijat lengannya.

"Tidak apa-apa. Akulah yang seharusnya minta maaf karena menyentuhmu tanpa izinmu."

"Hah?" Aku menatapnya dua kali dan matanya melebar. Aku bisa melihatnya melalui siluet kacamatanya.

"Oh tidak, bukan seperti itu, maksudku aku harus merangkulmu. Busnya terus tersentak berhenti karena macet dan kau terlihat tidak nyaman dengan kepalamu terkulai ke samping." Ucapnya cepat, lalu hening. Kami hanya saling pandang, lalu tertawa terbahak-bahak, tetapi harus menutup mulut karena yang lain masih tidur.

"Sepertinya tidak nyaman." Aku meringis sambil memutar kepala. "Aku lupa membawa bantal leherku."

"Tidak apa-apa, kamu bisa menggunakanku sebagai bantalmu."

"BANGUN BANGUN!" Sebuah suara menggelegar dari depan untungnya menyela.