PELUKAN AKU ERAT-ERAT

BAB 16

Sudut pandang Chaeyoung:

Aku tak ingin hidup lagi. Lalu aku bisa kembali pada James. Aku hanya ingin melupakan semuanya.... SEMUANYA.....

Aku merasakan tangan seseorang yang hangat dan lembut menggenggam tanganku, dan entah bagaimana aku tahu, tapi aku bisa merasakan itu Jin. Kenapa dia di sini?

"Chaeyoung....." bisiknya, "Kumohon kembalilah...kumohon....Aku sangat menyesal atas semua yang kukatakan dan kulakukan padamu....kumohon kembalilah...demi aku.....kumohon.....Aku rasa aku tidak akan bisa hidup tenang jika kau pergi...." Bagian terakhir hampir tak terdengar dan aku merasakan setetes air mata—air matanya—jatuh di lenganku.

Aku... dia... apa...?

Mengapa dia mengatakan semua ini padaku...? Apakah dia entah bagaimana mengetahuinya...?

Tiba-tiba, aku ingin sekali bertemu dengannya. Berbicara dengannya. Mendengarkan lelucon-lelucon konyolnya sebagai seorang ayah. Mendengar tawanya yang menular dan manis seperti suara wiper kaca depan mobil....

Aku hanya ingin BERSAMA dengannya....

Tapi mengapa perasaan-perasaan ini tiba-tiba menyerbu diriku...?

Dia melepaskan tanganku. Tidak...jangan pergi....jangan tinggalkan aku...peluk aku erat-erat....

Tiba-tiba semuanya berhenti. Bahkan napasku pun berhenti.

Aku melawannya. Aku berjuang untuk bernapas. Berjuang agar aku bisa melihat Jin.

Aku tersentak dan mataku terbuka lebar.

*.......................*

Aku tersentak saat mataku terbuka lebar. Aku disambut oleh cahaya putih yang menyilaukan.

"Chaeyoung?!" seru sebuah suara yang tak kukenali, tapi terdengar familiar. Mungkinkah itu....

"Chae?!" Kali ini aku mengenali pemilik suara itu. Yeonjun.

Aku mengedipkan mata dua kali dan semuanya menjadi jelas.

Seorang pria tampan berambut hitam seumuranku menatapku dengan air mata di matanya. Wajahnya tampak familiar....

"Chae, kau sudah bangun!" seru suara Yeonjun dari sebelah kananku sambil memelukku.

"Aduh- Hei Junnie!" Aku terkekeh lemah.

Dia tersenyum padaku lalu melepaskanku. Kemudian tiba-tiba pria berambut hitam itu juga memelukku.

"Chaeyoungggg!!! Aku sangat senang kau baik-baik saja! Dan juga...aku benar-benar minta maaf atas SEMUANYA..." katanya.

Aku berkedip saat dia melepaskanku. "Uh...maaf, tapi...siapa sebenarnya kau? Dan mengapa kau meminta maaf padaku? Dan...mengapa kau di sini? Apakah kau teman Yeonjun...?" tanyaku padanya.

Kata-kataku sepertinya mengejutkan mereka berdua. Terutama pria tampan itu. Tunggu, kenapa aku menyebutnya tampan...? Hah...?

"Ch-chaeyoung....kumohon katakan kau sedang mengerjaiku. Kau sedang mengerjaiku, kan?" bisiknya sambil air matanya mulai mengalir.

"Tidak...aku tidak sedang mengerjaimu....aku bahkan tidak mengenalmu.....bagaimana kau tahu namaku? Apa kau seorang penguntit?!" tanyaku padanya.

"Chaeyoung....apa kau tidak ingat...? Ini Jin...." Yeonjun berbisik padaku.

"Umm...siapa? Aku tidak kenal siapa pun bernama Jin," kataku dengan bingung.

Pria itu, yang kurasa adalah Jin, mundur. "K-kau benar-benar t-tidak ingat...?" bisiknya dan aku menggelengkan kepala.

"Maaf ya... tapi jujur ​​saja, saya tidak mengenal Anda dan belum pernah melihat Anda sebelumnya," kataku padanya.

Dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya lalu berlari keluar sambil menangis.

Aneh....

Siapakah sebenarnya dia? Dan... mengapa kehadirannya terasa familiar...?

*.......................*

POV Jin:

'Maaf... tapi sejujurnya saya tidak mengenal Anda dan belum pernah melihat Anda sebelumnya.'

Aku tak pernah menyangka kata-kata itu bisa menyakiti seseorang sedemikian rupa.

Ini sakit, Chaeyoung.....sakit sekali!

Bagaimana mungkin kau melupakanku?

Tapi....kenapa ini sangat menyakitiku...?

Menurut saya.....

Kurasa aku jatuh cinta pada Jeon Chaeyoung....

*.......................*