PELUKAN AKU ERAT-ERAT

BAB 18

Sudut pandang Chaeyoung:

Setelah berbicara dengan Jin, aku bergegas keluar ke tempat yang Yeonjun tunjuk untuk menemuinya. Selain itu, kenapa perutku terasa berdebar-debar setelah berbicara dengan Jin? Aneh.

Aku keluar dan Yeonjun sudah ada di sana, menungguku.

"Jadi... kita mau pergi ke mana?" tanyaku padanya dan dia tersenyum lebar. "Ini kejutan."

I pout. "Okayyyyyy."

Dia terkekeh dan membukakan pintu mobil untukku, lalu aku memasang sabuk pengaman.

~SETELAH MEREKA TIBA~

Yeonjun

Memiliki

Membawaku

Ke

TAMAN HIBURAN!!!!

Sudah lama sekali sejak terakhir kali saya pergi ke acara seperti itu!

"Wow!" seruku dan dia terkekeh saat kami masuk.

"Jadi... kamu mau pergi ke mana?" tanyanya.

"Wahana roller coaster, TENTU SAJA!" teriakku kegirangan.

Dia menyeringai, "Baiklah!"

~SETELAH SEMUA WAHANA~

"Itu sangat menyenangkan!!!! Tapi aku benar-benar lapar sekarang," kataku dan Yeonjun mengeluarkan keranjang piknik yang telah dia siapkan untuk kami. "Baiklah, kalau begitu, ayo makan!"

*.......................*

Setelah kami selesai makan, aku membantunya membereskan barang-barang ketika aku merasakan tepukan di bahuku. Aku menoleh dan ternyata itu Yeonjun, dengan malu-malu mengulurkan setangkai mawar kepadaku.



Aku tersipu saat menerimanya. Lalu tiba-tiba dia meraih lenganku dan membuatku berdiri sambil menatap mataku. Aku sangat terkejut. Dan kemudian apa yang terjadi selanjutnya......

"Chaeyoung....Aku selalu ingin mengatakan ini sejak lama, tapi sejak hari kita bertemu, aku selalu mengagumimu. Kau begitu kuat dan baik hati. Aku sangat peduli padamu, Chae. Dan....aku tahu kau masih syok setelah kejadian dengan James, tapi.... Chae, aku—"

"Berhenti. Kumohon..." Aku memotong perkataannya sebelum dia melanjutkan. Dia berkedip.

Aku menunduk. "J-jun....aku-aku minta maaf tapi....aku selalu menganggapmu sebagai kakakku....tidak lebih dari itu....Aku menghargai apa yang kau katakan, sungguh....tapi...tolong mengerti...dan....aku-aku....k-kira aku....menyukai orang....lain...." kataku sambil air mata mulai menggenang di mataku.

Aku merasakan tangannya mengangkat daguku. "T-Tidak apa-apa...Kau tidak perlu minta maaf. Aku minta maaf jika aku membuatmu merasa tidak nyaman..." katanya sambil tersenyum sedih.

"T-tidak....Tidak apa-apa, 'Jun...." kataku sambil membelakanginya dan mengambil keranjang. "J-apakah kita kembali saja kalau begitu....?"

"Hmmm oke..." katanya.

*.......................*

Aku merebahkan diri di tempat tidur dan menghela napas.

Aku tak pernah tahu... tak pernah menyangka... bahwa Yeonjun, Choi Yeonjun, teman masa kecilku, kakak laki-lakiku, akan memiliki perasaan padaku.

Tidak pernah.

Aku memang merasa sedih untuknya. Tapi... aku senang dia tidak memaksaku dan menghormati keputusanku.

Tapi kemudian, aku masih tidak tahu apa yang terjadi. Saat aku bilang padanya 'Aku menyukai orang lain'. Apakah itu benar...? Mengapa aku mengatakan itu?

Aku menghela napas dan tertidur.

*.......................*

POV Jin:

Saat itu hampir tengah malam dan aku masih terjaga menyelesaikan tugas sekolahku, ketika aku mendengar teriakan dari seberang kamarku. Itu Chaeyoung.

Aku segera bangun dan berlari ke kamarnya, di mana dia sedang duduk di tempat tidurnya dengan tangan di rambutnya dan air mata mengalir di pipinya.

"Chaeyoung!" seruku sambil menariknya ke dadaku dan dia menangis di bahuku.

"Apakah kamu mengalami mimpi buruk...?" tanyaku sambil mengelus rambutnya dan dia mengangguk. "Apakah kamu ingin membicarakannya? Lebih baik diungkapkan saja... tapi aku tidak akan memaksamu."

"D-ada seorang gadis....S-namanya Sojin, kurasa," dia memulai. "dan ibuku....D-Dia membunuh ibuku, Jjin! K-karena sesuatu yang bahkan tidak kulakukan!" Dia terisak.

Kemarahan membuncah di dalam diriku pada Sojin. "Ssst. Tidak apa-apa, Chaeyoung....Ini bukan salahmu....Tidak apa-apa..."

Setelah dia tenang, aku встаю untuk pergi tetapi dia meraih lenganku. "Kumohon...tetaplah di sini....Aku-aku t-tidak punya siapa-siapa....t-tidak punya siapa-siapa...."

Aku memeluknya. "Kau punya aku. Selamanya."

"K-kalau begitu peluk aku erat-erat. Dan jangan lepaskan...." Ucapnya sambil tertidur.

*.......................*