PELUKAN AKU ERAT-ERAT
BAB 19

AnnaMoonJin
2020.10.08Dilihat 0
Aku terbangun dengan matahari yang menyengat wajahku dan kepalaku yang berdenyut-denyut. Tunggu....aku di mana lagi ya?
Aku melihat sekeliling dan mengusap kepalaku. Apa yang sebenarnya terjadi?
Tunggu sebentar....
Tiba-tiba aku teringat semuanya.
Aku....siapa.... APA?!
SAYA MENGALAMI KECELAKAAN MOBIL?!
Ada apa ini?!
Dan....Jin....Yeonjun....APA?!
TIDAKKKKK
APA-APAAN INI?!
Aku harus bicara dengan mereka. Keduanya.
*.......................*
Aku berjalan di lorong berharap bertemu Yeonjun atau Jin ketika mataku tertuju pada seseorang, tak lain dan tak bukan adalah Choi Yeonjun. Aku menghampirinya.
"Oh... hai, Chaeyoung," katanya.
"Hei. Aku perlu bicara denganmu," jawabku.
"Oke, tentu..." katanya, lalu kami pergi ke asramanya yang paling dekat.
"Jadi... semuanya baik-baik saja?" tanyanya.
Aku menghela napas. "Yah, saat aku bangun pagi ini, aku ingat semuanya. Ingatanku kembali. Aku ingat Jin dan semuanya serta semua orang."
"Oh...itu bagus," dia tersenyum.
"Um...." kataku. Dia mengangkat alisnya.
"Maafkan aku....sekali lagi.....aku benar-benar minta maaf....aku....aku tidak pernah punya perasaan padamu, Junnie....tapi....aku ingin kita tetap berteman....setelah sekian tahun...." kataku dengan gugup.
Dia tersenyum. "Tidak apa-apa, aku mengerti. Dan... ya, aku tidak ingin persahabatan kita menjadi canggung karena ini...."
"Ya...baiklah, aku harus pergi jadi...sampai jumpa lagi?"
"Tentu saja!" serunya dan aku tersenyum sebelum pergi.
Masalah pertama terpecahkan. Sekarang.....Jin....
Apa yang harus kukatakan padanya?!
Saat berjalan, saya menabrak seseorang. Saya mendongak dan—
Astaga.... ITU JIN!!!
Apa yang harus saya lakukan?!
"Hei...Maaf..." gumamku sambil wajahku memerah.
Dia terkekeh. "Tidak apa-apa. Apa kamu merasa sehat?"
"Hah?"
"Bagaimana perasaanmu?" tanyanya.
Oh iya.
"Aku baik-baik saja... terima kasih sudah bertanya... eh... ketika aku bangun tidur hari ini..." kataku.
"Hmmm?" tanyanya.
"Yah... amnesia saya sudah hilang. Ingatan saya sudah kembali," kataku.
"Benarkah? Jadi, apakah kamu masih mengingatku?" tanyanya dengan gembira.
"Mhmm...." jawabku.
Wajah Jin langsung pucat pasi. "Aku lupa. Aku harus meminta maaf padamu. Aku benar-benar sangat menyesal dari lubuk hatiku. Aku tidak pernah bermaksud melakukan atau mengatakan hal-hal yang kukatakan hari itu... kurasa... aku dimanipulasi oleh Sojin..." Dia menggumamkan bagian terakhir.
"Tidak apa-apa, Jin. Orang memang bisa melakukan kesalahan. Aku memaafkanmu. Mari kita lupakan masa lalu dan melanjutkan hidup, oke?" Aku tersenyum sambil mengacak-acak rambutnya dan dia menyeringai.
"Jadi, kamu akan pulang kampung untuk Natal?" tanyanya dan aku mengangguk. "Yeay! Aku juga!" katanya dan aku terkikik.
"Yeonjun dan Beomgyu juga akan menginap. Apakah kamu mau bergabung dengan kami?" tanyaku padanya.
"Tentu saja!" serunya dengan antusias dan aku tertawa. "Kamu lucu saat bahagia," aku terkikik dan Jin tertawa.
Kami berjalan-jalan di luar lalu kembali masuk dan saling mengucapkan selamat tinggal karena kami berdua memiliki tugas masing-masing yang harus dikerjakan.
*.......................*