PELUKAN AKU ERAT-ERAT
BAB 20

AnnaMoonJin
2020.10.08Dilihat 0
"BANGUNTTTTTTTTTT!!!!!!!" seru 2 suara. Aku mengerang, menggosok mata, dan duduk di tempat tidurku. Chaeyoung dan Sun-hee melompat-lompat di kamar asramaku.
"Apa-apaan ini?!" seruku pada mereka dengan suara mengantuk.
"Bangun! Apa kau tidak mau pulang?" Chaeyoung mengerutkan kening dan aku menghela napas. "Ya tentu saja aku mau pulang.....tapi apakah ini cara yang tepat untuk membangunkan temanmu?" Aku mengangkat alis dan dia hanya tertawa😑. Setelah itu, aku juga mulai tertawa.
"Oke, cukup tertawanya!!! Cepat bersiap-siap. Kamu yang akan mengantar kita, kan Jin?" kata Sun-hee dan aku mengangguk sambil bangun dari tempat tidur.
Setelah beberapa menit, kami semua siap dan masuk ke dalam mobil, termasuk Yeonjun, Beomgyu, dan Jungkook.
*.......................*
Kami tiba di rumah Chaeyoung. Saatnya mendekorasi!
Itu sangat menyenangkan. Kami banyak tertawa!
Chaeyoung dan Jungkook mengeluarkan semua dekorasi dari ruang bawah tanah sementara aku dan Beomgyu memasang pohon Natal.
Pertama-tama, Beomgyu dan Sun-hee mengambil semua lampu hias dan membawanya pergi untuk digantung di dinding. Itu berarti hanya tinggal aku, Chaeyoung, Yeonjun, dan Kook.
Yeonjun dan Jungkook bertugas membersihkan rumah, sementara aku dan Chaeyoung mulai dengan mendekorasi pohon Natal.
Lalu setelah beberapa saat, ketika kami sedang menggantung hiasan, Chaeyoung berdiri di atas tangga dan tanpa sengaja menjatuhkan sebuah hiasan ke kepala Beomgyu.
"Aduh, Noona!" serunya dan kami semua tertawa terbahak-bahak 😂 dan Chaeyoung terjatuh ke lantai.
Aku membantunya berdiri. "Kamu baik-baik saja?" tanyaku sambil masih tertawa dan dia mengerutkan kening padaku. "Ya, aku baik-baik saja."
Lalu setelah itu aku merasakan sesuatu diikatkan di pinggangku dan aku menoleh ke belakang untuk melihat itu Chaeyoung, sedang melilitkan karangan bunga di pinggangku.
"Yah, apa yang kau lakukan?!" seruku sambil tertawa dan Chaeyoung pun ikut tertawa. Aku merebut karangan bunga darinya dan melilitkannya di lehernya, lalu kami berdua tertawa terbahak-bahak. Mata kami bertemu sejenak dan aku bisa melihat betapa bahagianya dia, dan aku senang karena akulah yang membuatnya bahagia.
Tawa dan lelucon kami berlanjut, hingga setelah sekitar 2 jam, kami selesai. Kami semua ambruk di sofa, terengah-engah. Kami semua lelah, tetapi kami benar-benar bersenang-senang hari itu. Kami banyak tertawa dan aku sangat menikmati waktu bersama mereka, terutama Chaeyoung.
*.......................*
Sudut pandang Chaeyoung:
Sungguh luar biasa bisa menghabiskan waktu bersama Jin, dan benar-benar tertawa. Ini adalah salah satu hari terbahagiaku. Kuharap Natal tahun ini akan sama menyenangkannya.
Saat itu sudah larut malam, hampir tengah malam dan semua orang sedang tidur. Tahun ini saya biasanya naik ke atap dengan secangkir cokelat panas dan berlama-lama di sana di bawah bintang-bintang. Biasanya saya membawa buku, tetapi kali ini saya membawa buku kenangan saya, yang berisi foto-foto semua kenangan terbaik saya beserta keterangannya.
Aku membuat cokelat panas, mengambil selimut lembut dan buku, lalu naik ke atas, tetapi aku tiba-tiba berhenti ketika melihat sosok gelap duduk. Siapakah dia...? Apakah dia seorang pencuri...?
"Hei Chaeyoung," kata sosok itu dan aku menghela napas lega.
"Hei Jin, kenapa kamu masih bangun selarut ini?"
"Sama-sama, Chaeyoung," katanya.
"Saya melakukan ini setiap tahun," jawab saya.
"Oh benarkah? Aku juga," katanya.
"Oh, bagus," aku tersenyum sambil duduk di sebelahnya.
"Buku apa itu yang kamu pegang?" tanyanya padaku dan aku menunjukkannya padanya.
"Wow," katanya sambil melihat-lihat isinya dan aku terkekeh.
Tiba-tiba dia mencondongkan tubuh ke arahku dan meletakkan kepalanya di pangkuanku. Aku sedikit tersentak, lalu perlahan mengelus rambutnya. Rasanya menyenangkan.
Tatapan mata kami bertemu dan aku menatap matanya untuk waktu yang lama.
Apa yang sedang terjadi...?
Aku tidak punya perasaan pada Jin......
Benar?
*.......................*