Doyoon mengepalkan tinjunya dan mencoba memukul Dahyun.
Dahyun: (menutup mata)
Kim Nam-joo: Ugh...
Lee Do-yoon: Apa-apaan ini?
Dahyun: Uh...Namjoo...
Kim Nam-joo: Terhuyung-huyung-) Lompat masuk..
Lee Do-yoon: Apa? Aku tidak bisa mendengarmu.
Kim Nam-joo: Ayo lawan aku!!!!
Mereka saling menyerang dengan tinju terkepal.
Dahyun: Kalian berdua berhenti!!
Kim Nam-joo: Hah..?
Lee Do-yoon: Siapakah kamu?
Dahyun: Senior Doyoon menolakku
Apakah seperti ini tingkah lakumu?
Lee Do-yoon: Kau menolaknya.
Dahyun: Karena aku tidak menyukainya lol
Lee Do-yoon: Karena sampah itu?
Apakah Anda masih merasa tidak nyaman?
Dahyun: Ya.
Kim Nam-joo: Hah?
Lee Do-yoon: Mereka ini gila banget sebagai sebuah grup lol
Dahyun: Hei. Kim Namjoo, kau pasti salah lihat.
Kim Nam-joo: Apa...
Dahyun: Kejadian waktu itu..!!
Semuanya hanyalah kesalahpahaman...
Lee Do-yoon: Kalian berdua benar-benar menampilkan pertunjukan yang bagus.
Hati-hati di jalan.
Dahyun: Tteolseok-
Kim Nam-joo: Hei, hei! Bangun!!
.
.
.
Guru Kesehatan: Saya sempat pingsan karena kaget.
Kim Nam-joo: Ha... itu melegakan...
Guru Kesehatan: Kamu pulang cepat.
Kim Nam Joo: Aku akan menunggu sampai Dahyun bangun.
.
.
.
Dahyun: Ugh..
Kim Nam-joo: Apakah kamu baik-baik saja?
Dahyun: Ya...
Kim Nam-joo: Aku pasti sudah kehilangan akal sehatku saat itu...
Dahyun: Jadi..?
Kim Nam-joo: Ini mungkin terdengar agak murahan
Ayo berkencan
Dahyun: Lagi...lagi...aku takut aku akan ditinggalkan...
Nam-ju berkata sambil memeluk Da-hyun.
Kim Nam-joo: Tidak, aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi.
.
.
.
Dahyun: Terima kasih telah membawanya kepadaku.
Kim Nam Joo: Ya, oke..
Dahyun: Hmm?
Ibu Dahyun: Kamu pergi ke mana?
Dahyun: Hehe..!!
Kim Nam Joo: Ah.. Halo!! ((Hae-mak
