bang-
"Kau yakin??" (Seo Eun)
"Sayang, kapan kamu pulang? Sudah lewat jam 7." (Ibu)
"Oh, aku akan segera sampai!" (Seo-eun)
"Ya~" ((Ibu)
Doo- doo- doo- doo-
Bunyi genderang bergemuruh
bang-
"Kau benar-benar datang." ((Yeonjun
"Memikirkan masa depan...?" ((Seo-eun

"ㅋㅋㅋ Setiap kali aku melihatmu, kamu selalu menggemaskan." (Taehyun)
"Aku lebih imut ><" ((Beomgyu
"Hyung, kau agak..." ((Taehyun

"Ini sudah keterlaluan..." ((Beomgyu
"Tidak juga." (Taehyun)
"Nak, bukankah seharusnya kau pergi sekarang?" ((Yeonjun
"Memang benar, tapi..." ((Seo-eun
"Kalau begitu, tidak bisakah kita pergi bersama?" ((Huening
"Rumah kita?" ((Seo-eun
"Oh, aku penasaran." (Soobin)
"Um... mungkin...?" (Seo-eun)
"Hanya untuk berjaga-jaga, aku bertanya." ((Yeonjun)
Jiying-
"Halo?" ((Ibu
"Oh, Ibu" (Seo-eun)
"Hah?" ((Ibu
"Bolehkah aku mengajak teman-temanku ke rumahmu?" ((Seo-eun
"Lakukan apa pun yang kamu mau~ Tidurlah~" (Ibu)
"Tiba-tiba? Hahaha, lagipula, mereka semua laki-laki, tidak apa-apa kan?" ((Seo Eun
"Oke~ Dan apakah kalian semua sudah makan?" ((Ibu)
"Apakah kamu sudah makan malam?" ((Seo-eun
"Oh, kita?" ((Subin
"Kamu belum makan, kan?" (Taehyun)
"Dia bilang dia tidak makan." (Seo-eun)
"Kalau begitu, Ibu akan menyiapkan makanan untukmu, jadi ayo masuk~" ((Ibu
"Oke~" ((Seo-eun
Doo- doo- doo- doo-
"Aku tidak mendengar bagian tengahnya, apa yang kau katakan?" ((Subin
"Dia menyuruhku tidur...?" ((Seo-eun
"Oh bagus." ((Beomgyu
"Aku berhutang budi padamu." ((Yeonjun)
"Ayo kita pergi sekarang..." ((Seo-eun
"Oh, dan noona, kau berbicara dengan tidak sopan kepadaku." (Taehyun)
"Kenapa? Apa?" (Seo Eun)
"Orang tua kita mungkin akan memandang kita dengan aneh." (Taehyun)
"Ah..." ((Seo-eun
"Kalau begitu, aku akan berbicara denganmu secara informal? Oke?" ((Seo-eun
"Ya." (Taehyun)
"Ayo kita pergi sekarang." ((Subin
"Ibu~ Aku di sini" ((Seo-eun
"Anak perempuanku ada di sini?? " ((Ibu
"Ugh" ((Seo Eun
"Teman-teman di belakangmu?" ((Ibu
"Ugh." ((Seo-eun
"Halo, saya Choi Yeon-jun, teman Seo-eun." ((Yeon-jun
"Ini Soobin, Beomgyu, Taehyun, dan Huening" ((Seo Eun
"Oke, oke, kemarilah dulu kita makan!" (Ibu)
"Menurutku itu sendok berlian. Rumahnya bagus sekali." ((Beomgyu
"Oke." ((Subin)
"Itu tidak sepenuhnya salah, kan...?" ((Seo-eun
"Rumahnya sangat besar." ((Yeonjun
"Haha..." ((Seo-eun
Guk gonggong-
"Anjing kecil apa ini?" (Seo-eun)
"Bagaimana kau bisa tahu jika kakak perempuanmu, pemilik kontrakan, tidak tahu?" ((Subin
"Aku juga tidak tahu karena ini pertama kalinya kita bertemu..." ((Seo-eun
Kilatan-
"Bu, anak anjing apa ini?" (Seo-eun)
"Ah~ Ayahmu mengadopsimu." ((Ibu
"Apa, ketika aku bilang aku sangat ingin mengadopsi, kau bahkan tidak melakukannya." (Seo Eun)
"Benar sekali~" ((Ibu
"Tapi kamu sangat imut" ((Seo-eun
"Benar kan? Ayahmu memanggilmu Choco." ((Ibu
"Baiklah." ((Seo-eun
"Ayo makan! Duduk, anak-anak!" (Ibu)
"Oke!" ((Huening
.
.
.
"Wah, kemampuan memasak ibumu memang luar biasa." ((Subin)
"Kukira kau seorang koki." (Taehyun)
"Dulu aku seorang juru masak..." ((Seo-eun
"Ini luar biasa!!" ((Hah!)
"Aku juga bangga pada ibuku." (Seo Eun)
Ekspresi Seo-eun saat mengatakan itu tampak tidak baik.
