Di bandara*
Saya menurunkan koper dari bagasi.
"Terima kasih, Ahjussi," jawabku.
Aku meminta ibu untuk menunggu sementara aku mengurus proses check-in bagasi. Antriannya terlihat cukup panjang.

Di depan antrean saya ada 2 orang yang tampaknya berteman dan mereka sangat antusias membicarakan perjalanan mereka.

Rambut hitam: "Kau tahu, ini perjalanan pertamaku naik pesawat, aku benar-benar tak sabar."
Rambut cokelat: "Kau tahu, perasaan naik pesawat itu sama seperti perasaan makan 1 lusin donat berlapis gula, kurasa itu tidak cukup hanya sekali seumur hidup hahaha, perasaan yang sangat menyenangkan, terutama saat liburan."
Rambut hitam: "Nanti aku beritahu hasil ulasannya, setelah kita sampai di sana hahahaha".
Aku tersenyum ketika mendengar percakapan dua orang di depanku, sepertinya perasaan mereka sama denganku, mereka juga menantikan perjalanan liburan ini.
Antrean mulai berkurang satu per satu, giliran saya telah tiba.
Staf: "2 koper atas nama Bang Yedam dan Jeong Miyeong, ini kuitansinya".
Saya juga mengucapkan terima kasih dan mengambil kwitansi yang diberikan.
Aku setengah berlari kembali ke tempat ibu menunggu. Tiba-tiba *BRAK* aku tanpa sengaja menabrak seseorang.
Siapakah orang yang ditabrak oleh Yedam?
Nantikan bab selanjutnya ya ^^
