Yedam: "Oh maaf, ini salahku karena aku berlari dan kurang memperhatikan jalan."
Mi-chan: "Oh tidak, sepertinya ini salahku, aku sedang terburu-buru, kuharap kau mengerti, penerbanganku akan segera lepas landas, maaf sebelumnya."
Yedam: "Ah, lututmu berdarah".
Mi-chan: "Ah, tidak apa-apa, sampai jumpa lagi," jawabnya sambil pergi.
Aku termenung di tempat, sampai jumpa nanti? Apakah aku mengenalnya? Aku masih terkejut, tetapi ketika aku melihat ke bawah, aku menemukan sebuah gelang dengan inisial "C".

Ibu: "Yedamie, kenapa kamu lama sekali?"
Aku melihat ibu mendekatiku. Aku segera memasukkan gelang itu ke dalam saku jaketku.
Ibu: "Apakah proses check-in sudah selesai? Kamu baik-baik saja?".
Aku tertawa mencoba mencairkan suasana.
Yedam: "Kupikir aku tersesat," jawabku.
Ibu hanya menggelengkan kepalanya.
Ibu: "Ayo, kita harus segera naik pesawat."
*Di pesawat*
Aku duduk di dekat jendela. Aku memainkan gelang di saku jaketku.
Pramugari: "Permisi, Anda ingin jus jeruk atau teh?"
Saya masih belum menyadari bahwa ada pramugari yang menunggu saya.
Pramugari: "Ehem...."
Yedam: "Oh maaf."
Aku baru menyadari bahwa ibu yang duduk di sebelahku sedang tidur.
Yedam: "Ada yang bisa saya bantu?".
Pramugari: "Jus jeruk atau teh?"
Yedam: "Oh, satu botol air mineral, terima kasih".
Pramugara itu menatapku dengan tak percaya. Dia memberiku sebotol air mineral. Aku berterima kasih padanya dan dia pergi.
Perjalanan ke Pulau Jeju dengan pesawat tidak terlalu lama. Saya langsung mengurus barang bawaan begitu mendarat. Ibu sibuk menelepon paman saya yang akan menjemput kami.
Ibu: "Pamanmu tidak akan menjemput kita, sepupumu Daehwi yang akan menjemput kita."
Kami berjalan menuju pintu keluar. Tidak sulit menemukan hyungku.

Aku tertawa terbahak-bahak.
Yedam: "Hyung, apa yang kau lakukan? Astaga, kau membuatku malu."
Daehwi: "Kau tahu, aku ingin kau memperhatikanku".
Aku masih belum bisa berhenti tertawa.
Daehwi: "Ya, tertawalah sepuasmu," jawabnya sambil mengerutkan kening.
Yedam: "Tidak, tidak, hahaha saya sangat menghargai ini, terima kasih telah menyambut saya".
Daehwi: "Hai Imo, aku sangat merindukanmu" Daehwi
memeluk ibu.
Ibu: "Oh Daehwi, kamu tumbuh dengan sangat baik."
Daehwi: "Imo tentu saja, kamu tahu soal nenek, kalau piring-piringnya belum kosong," jawab Daehwi sambil tertawa.
Ibu: "Kamu parkir di mana?"
Daehwi: "Tunggu sebentar imo, aku juga datang untuk menjemput temanku, dia satu penerbangan dengan kalian."
Yedam: "Oh jadi hyung jemput aku atau bagaimana?"
Daehwi: "Apakah kamu cemburu? Hahaha".
Mi-chan: "Daehwi-yaaaaaa, maaf sudah membuatmu menunggu begitu lama".
Daehwi: "Kau pikir aku tidak tahu kebiasaanmu? Hahaha, kau berhutang es krim padaku."
Mi-chan : “Hanya es krim? Hahaha Emmm… Daehwi-ya?”.
Mi-chan bergantian menatap Daehwi hyung dan aku.
Bagaimana perkembangan cerita liburan Yedam?
Tunggu yang berikutnya ya 😆
