Kekasih di Malam Hari

Kekasih di Malam Hari

「Sepasang Kekasih di Malam Hari」

ⓒ Æ--Z Semua hak dilindungi undang-undang








Baik di tempat kerja maupun di sekolah, selalu ada seseorang yang tidak Anda sukai. Ini adalah kejadian yang terus-menerus terjadi dan membuat hidup menjadi sengsara karena mereka.


Hari ini, saya bekerja seperti biasa, tetapi kolega senior yang sangat menginginkan saya hanyalah seorang asisten manajer. Sungguh tidak masuk akal bahwa seseorang yang lebih muda dari saya menjadi asisten manajer.


photo
-Apakah pantas bagimu melakukan hal-hal seperti ini? LOL

-Manajer menyuruh saya melakukan ini····.

-Tidak, aku punya keinginan sendiri. Apakah kamu hanya mendengarkan pendapat satu orang saja?
-Apakah kamu mengabaikanku karena aku masih muda? LOL

-········· Maaf. Saya akan coba lagi.


Masyarakat selalu menundukkan kepala kepada yang bernama A dan bertindak sebagai pelayan. Tanpa memandang usia, jika ada yang bernama A dalam keluarga, masa depan sudah terjamin.


Jika aku pernah merasa putus asa, selalu pria itu, atau lebih tepatnya, Kim Taehyung, yang menghiburku. Dia menawarkan penghiburan tanpa memihak.


Beberapa hari setelah bertemu dengannya, cinta yang telah tumbuh di hatiku perlahan-lahan semakin mekar.


Aku berpikir sejenak, bertanya-tanya apakah ini hanya khayalan semata, sesuatu yang selalu kutemui dalam mimpiku.


-Hei, bagaimana kalau kita bertemu di luar saja, di rumahku...?

-Kamu pasti merasa agak pengap di sini. Oke, kamu di mana?

-Ada jembatan di atas Sungai Han, kan? Mari kita bertemu di sana.


Jika kita selalu bermimpi bertemu di rumah kita setiap malam, dia mungkin akan ragu sejenak, tetapi dia langsung setuju, jadi apa gunanya?


Waktu pertemuan kami selalu pukul 9 malam, dan karena saya selesai bekerja pada jam itu, saya menunggunya di Jembatan Sungai Han, tempat yang telah kami sepakati.


-Jika ini bukan mimpi, pria itu pasti akan datang.
-Tapi... jika itu mimpi, aku...

photo
-Kenapa kamu sedih sekali? Aku di sini.

-Wah, dia benar-benar orang sungguhan...

-Jadi, kita tidak bertemu setiap hari?

-Hei... Tapi kenapa harus di rumah???


Alih-alih menjawab pertanyaan itu, dia meraih tanganku yang dingin dan menghindarinya dengan senyum hangat, yang justru membuatku semakin penasaran.












❗Sebelum pergi, beri nilai, berlangganan, beri dukungan, dan tinggalkan komentar❗