Nyanyian pengantar tidur
[1]

Jakeyaaa1130
2021.11.12Dilihat 10
Setelah menunggu sekitar 15 menit dalam keheningan, akhirnya anak laki-laki kecil itu tenang meskipun masih sedikit terisak, tetapi tidak sekeras sebelumnya.
"A-apa yang Anda inginkan, Tuan? S-saya tidak punya apa-apa," kata anak kecil itu kepada Jake. Tuan? Benarkah? Kemudian, ketika Jake menyadari bahwa anak kecil itu memanggilnya 'Tuan', ia tertawa.
"Eyyy hahahaha aku belum cukup umur untuk dipanggil Tuan. Dan umm, kelihatannya aku juga belum terlalu tua dilihat dari umurmu." Lalu anak kecil itu memiringkan kepalanya, berani menatap Jake.
"Ah ya, um maaf..." kata anak kecil itu.
"Eh, tidak perlu minta maaf, tidak apa-apa. Lagipula ini bukan masalah besar. Ngomong-ngomong, namaku Shim Jaeyun, tapi kamu bisa panggil aku Jake. Siapa namamu?"
"Uhh i- I'm jungwon. Yang jungwon."
"Jadi, Jungwon. Jangan takut ya. Aku bukan orang jahat. Aku tidak mau membuang waktuku dengan mengamati atau terlibat masalah." Jake lalu tersenyum padanya dan mengelus rambutnya seperti adik laki-lakinya. Dan Jungwon membalas senyumannya. Manis sekali.
"Lihat senyum itu! Lucu sekali!" kata Jake saat melihat senyum Jungwon. Jungwon membalasnya dengan sedikit tawa kecil.
"Ngomong-ngomong, kamu kan SMP, Jungwon?" Jungwon menjawab dengan mengangguk.
"Sudah hampir jam 9 malam, kenapa kau belum pulang?" tanya Jake kepada Jungwon sambil menatapnya, lalu Jungwon balas menatapnya dan menjawab, "Aku tidak punya rumah. Rumah yang kutinggali itu bukan rumah. Dan aku tidak ingin pergi ke sana. Bagaimana denganmu? K-kenapa kau masih di sini?"
Ah. Sepertinya dia sedang mengalami masalah. Makanya dia menangis keras tadi, kan? Dan ketika Jake melihat Jungwon lagi, dia mendapati mata Jungwon berkaca-kaca dan suaranya sedikit bergetar saat menjawab pertanyaan Jake. Ketika Jungwon menyadari matanya berkaca-kaca lagi, dia buru-buru menyeka air matanya sebelum jatuh kembali ke pipinya yang kemerahan, dan mengalihkan pandangannya ke rumput.
Jake kemudian menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.
"Mau berbagi masalahmu denganku? Aku tahu aku hanya orang asing di sini, tapi mungkin dengan menceritakan masalahmu, bebanmu akan berkurang."