
.
.
.
.
03
"Aku senang kamu baik-baik saja, sayang." - Yeonjun
Saya Choi Yeon-junMendengar kata-kata itu, telinga dan pipiku memerah.
Saat aku menundukkan kepala dan meringkuk di antara lututku
Choi Yeon-junSetelah aku sedikit mengangkat kepalaku
Jepit kerang yang masih panas dan goyang-goyangkan dari sisi ke sisi.
Dikatakan.
"Apa~ Wajahmu memerah. Apa kau senang? Haruskah aku melakukannya lagi? Oke.."
-Federal
Aku cepatChoi Yeon-junSetelah menutup mulutnya dan melihat sekeliling,
Itu jelas sukses besar.
"Ahhh! Ah~! Kamu tidak perlu mengatakan apa-apa! Aku tidak bisa bernapas..!" - Yeonjun
"Oh~! Maaf"
Aku meminta maaf dan segera lari.
Berlari dengan gembira, disertai bunyi gedebuk!
Aku tersandung batu dan jatuh.
"Ya ampun... aku sangat marah"
Berlari dari jauhChoi Yeon-junDia juga penyelamatku
Sama saja.
"Choi Yeon-j"
"Fiuh! Hahahaha aku tersandung batu dan jatuh hahaha Dan kau seorang pembunuh! Apakah seekor semut terinjak olehmu dan mati..ㅠ"
Aku tertawa terbahak-bahak sampai hampir pingsan, sambil memegang perutku.Choi Yeon-jundari
Saya merasa kesal ketika melihat pemandangan itu.
Jadi, saya mencabut beberapa gulma yang ada di dekat situ dan melemparkannya ke arahnya.
"Wow!!!" - Yeonjun
"Puhahahahaha!! Terlihat bagus"
Setelah berulang kali melempar dan mencabut gulma, tempat itu menjadi rapi.
"Apa yang kamu lakukan! Hehe, terima kasih~ Kalau begitu aku pergi~" - Satpam
Saat itu, kami saling bertatap muka.
Fiuh! Dia mulai tertawa.
"Fiuh..! Puhahaha!"
"Pfft!!"
"Kenapa kamu terlihat seperti itu?"

"Kau berhasil, Nak."
