Eomma:"Yora sini eomma mau ngomong sama kamu"
Yora:"iya eomma ada apa"
Eomma:"naik kelas nanti kamu ikut eomma sama appa ke luar negeri ya"
Yora:"maksudnya aku pindah sekolah eomma?"
Eomma:"Ya, Nak."
Yora:"aku gamau eomma,aku udah nyaman disini. Kalo aku ikut eomma appa, kak Jihoon gimana?"
Appa:"kak Jihoon nanti tinggal disini sendiri,sambil ngurus bisnis appa yang ada di kota"
Yora:"eomma kok gitu sih,pokoknya Yora gamau"
Eomma:"Yora sayang eomma appa kan,kalau sayang Yora harus nurut omongan eomma"
Yora:"tapi eomma Junkyu gimana?"
Eomma:"kamu bilang aja ke Junkyu"
Yora:"yaudah deh eomma Yora mau"
Yora terpaksa menuruti keinginan orang tuanya,tapi disisi lain Yora gamau pisah dari Junkyu.
Ruang obrolan Junkyu
Junkyu
Ya, mengapa?
Ketemuan di taman yuk, sekarang
Wihh kenapa nih,kangen ya
Kamu datang saja, aku akan menunggu.
Iya otw sayang
Yora bergegas menuju taman. Sampai di taman Junkyu belum datang jadi Yora menunggu. Terlihat dari jauh ada cowok yang menghampiri,Yora pikir itu Junkyu ternyata Yeonjun.
Yeonjun:"Yora, apa yang kamu lakukan di luar selarut malam ini?"
Yora:"eh Yeonjun,gue nunggu Junkyu"
Yeonjun:"Junkyu? Pacar lo ya?"
Yora:"Ya, oh ya, kenapa kamu juga keluar malam?"
Yeonjun:"ini gue habis dari supermarket"
Yora:"oh dari supermarket"
Junkyu datang dengan motornya
Junkyu:"Apa yang kau lakukan pada gadisku?"bicara ke Junkyu
Yeonjun:"Ah tidak, kenapa aku melihat Yora sendirian lagi dan aku mendekatinya"
Junkyu:"Bener Ra?"
Yora:"iya bener kok"
Yeonjun:"Baiklah kalau begitu aku duluan, selamat tinggal Yora"
Yora:"Selamat tinggal Yeonjun"
Junkyu:"apaan sih ga usah bye bye an"
Yora:"ga apa kali dia kan temen gue"
Junkyu:"oh iya lo ngapain ngajak ketemuan"
Yora:“Saya ingin mengatakan bahwa saya memang demikian.”
Belum selesai bicara tiba-tiba hujan turun sangat deras. Yora dan Junkyu pergi untuk berteduh.
Junkyu:"Ayo, Ra, kemari"berlari sambil menggandeng tangan Yora
Mereka berteduh di rumah pohon yang ada di taman.
Junkyu:"lo mau ngomong apa tadi"
Yora:"Oh, aku lupa, hehe"
Junkyu:"yaelah pake lupa,yaudah deh gapapa"
Yora ga tega mau bilang ke Junkyu kalo dia pindah ke luar negeri. Kalo Yora pergi Junkyu pasti sedih banget. Karena hujan tak kunjung berhenti Yora tertidur di pundak Junkyu.
Junkyu:"yah tidur" ucap Junkyu pelan sambil melirik Yora
30 menit kemudian
Yora:"hoammm dingin banget"
Junkyu:"Apakah dingin? Ini bahuku, apakah kamu tidur begitu lama?"
Yora:"Ah maaf, aku tertidur hehe, ini pijatanku"
Junkyu:"ahh ga usah, geli tau"
Yora:"geli ya. Rasain inii" menggelitiki Junkyu
Junkyu:"ya Yora lepasin hahahah lepasin" teriak Junkyu
Yora berhenti menggelitiki Junkyu, lalu membaringkan kepalanya di atas paha Junkyu.
Junkyu:"eh kenapa ni,tumben banget"
Yora:"gapapa pengen aja"
Junkyu tersenyum melihat sikap Yora, sesekali Junkyu mengusap rambut Yora. Junkyu mengusap dengan penuh kasih sayang layaknya seorang bapak dan anak.
3 bulan kemudian
Jenni:"Akhirnya ujian terakhir udah selesai"
Yora:"Ya, saya benar-benar bingung karena semuanya sangat sulit"
Tiba-tiba Junkyu muncul
Junkyu:"lo ga belajar makanya soalnya susah"
Yora:"Junkyu sejak kapan lo di situ"
Jenni:"tau tuh kak Junkyu kaya hantu aja tiba-tiba muncul"
Junkyu:"ayo ikut gue"
Yora:"kemana?"
Junkyu:"Ayolah, Jenni, aku akan meminjam Yora sebentar.""
Jenni:"Baiklah, aku tertinggal lagi, oke, ayo pergi"
Junkyu pergi membawa Yora ke atap sekolah
Junkyu:"Tutup matamu"
Yora:"mau apaan sih pake tutup mata segala"
Junkyu:"udah nurut aja"
Yora:"iya iya"
Junkyu:"hitungan ketiga lo buka mata ya"
Yora:"Ya"
Junkyu:"1...2...3... Selamat ulang tahun ke-100"
Yora:"Wow"
Junkyu:"Lo suka?"
Yora:"suka banget, makasih Junkyu" memeluk Junkyu
Junkyu:"sama-sama"
Karena hal ini Yora lupa kalau dirinya akan pergi ke luar negeri. Yora belum sempat kasih tau Junkyu karena takut Junkyu akan kecewa. Jadi Yora menunggu waktu yang tepat, mungkin secepatnya.
Pengarang
