Mimpiku di Malam Pertengahan Musim Panas

Kemudian, seluruh waktu dikaitkan denganmu.

Sinar matahari yang berjatuhan menciptakan mimpi keemasan di sore hari, dan angin sepoi-sepoi membawa aroma bunga yang samar.
Mata kita bertemu. Jantungku berdebar kencang, gelombang kegelisahan menyelimutiku, campuran kelembutan dan ketidakpedulian. Ketegangan di otakku langsung sirna, seperti embusan angin musim semi yang tiba-tiba di musim dingin menerbangkan bunga pir terakhir dari ranting. Roda takdir berputar di telingaku, dan semua kegembiraan dan kebingungan yang telah membayangi sepanjang musim panas kembali dengan dahsyat saat aku melihatmu.

Setelah itu, seluruh waktuku terhubung denganmu...photo