Mata kita bertemu. Jantungku berdebar kencang, gelombang kegelisahan menyelimutiku, campuran kelembutan dan ketidakpedulian. Ketegangan di otakku langsung sirna, seperti embusan angin musim semi yang tiba-tiba di musim dingin menerbangkan bunga pir terakhir dari ranting. Roda takdir berputar di telingaku, dan semua kegembiraan dan kebingungan yang telah membayangi sepanjang musim panas kembali dengan dahsyat saat aku melihatmu.
Setelah itu, seluruh waktuku terhubung denganmu...

