(bukan)anti social social club

pesawat

"bun, asahi mau izin pergi." kata asahi tiba tiba saja disaat bunda sandara sedang membaca buku di ruang baca rumah mereka. tentu saja perkataan anaknya itu mengundang kerutan di dahi sandara. 

"mau pergi kemana kak??" tanya sandara kebingungan. memang sih, selama 8 hari kedepan sekolah anak anaknya di liburkan. soalnya di hari jumat sabtu libur nasional, minggu sudah pasti libur, terus senin sampai jumat sekolah mau di pakai UN jadi libur. asik banget gak tuh.

"di ajak chenle ke bali 4 hari, dari sabtu sampe selasa, malam rabu udah di rumah kok bun. boleh yaa?? chenle yang bayarin kok bun." kata asahi dengan wajah memelas.

"ah, yang bener?? masa chenle yang bayarin sih??" kata sandara tidak percaya. "bunda tanya ke maminya chenle ya??" kata sandara lagi, yang langsung asahi persilahkan.

wah, ternyata memang benar chenle sendiri yang ajak, bahkan awalnya mami chenle yang lebih dulu mengusulkan kepada anaknya. asahi yang merupakan salah satu teman baik chenle tentunya diajak. 

"yaudah, bunda bolehin. tapi, harus bilang ke abang abang sama adik adikmu dulu, soalnya bunda sama ayah juga mau pergi ke kalimantan sehari sebelumnya sampai hari rabu." tutur sandara kepada anaknya.

"loh, bunda sama ayah mau ngapain?? Honeymoon??" tanya asahi polos.

"Hish!! Baik sekali kamu mengatakan itu. Ibu dan Ayah ingin bertemu Ayah di sana. Oke, apa lagi yang ingin kamu bicarakan? Ibu ingin melanjutkan membaca."

"nggak ada bun, asahi balik ke kamar dulu ya. makasih bunda sayaangg." kata asahi sembari mencium pipi kiri sang bunda dan pergi dari sana dengan hati riang gembira.


✨💎💎💎✨


"dih, enak banget kak asahi punya temen holkay macem mas chenle, bisa diajak kemana mana." ujar junghwan iri ketika mendengar kalau asahi bakal pergi ke Bali karena di ajak chenle. 

"Seharusnya aku memilih IPA agar bisa sekelas dengan Chenle," lanjut Jaehyuk sambil asyik mengunyah kue yang didapatnya dari dapur.

"huhuhu, asik banget asahi ke bali pas gue UN. hidup memang kadang tidak adil." ucap jihoon dengan di buat buat seolah dia sangat sedih. padahal mah, dia cuma sedih karena harus UN nya aja. 

"udah udah, nanti kita ke bali juga kalau liburan. gak usah ke bali, ke jepang juga bisa kok." kata bunda mencoba mengalihkan pembicaraan.

asahi sendiri sejak tadi hanya diam mendengar semua itu. walau dalam hari sih, dia senang juga dapet kesempatan jalan jalan ke bali cuma bawa badan. 

 

✨💎💎💎✨


"asahi udah jalan ya??" tanya mashiho di pagi hari kepada junghwan yang sedang asik makan kacang goreng di sofa ruang tamu. mashiho baru saja bangun, junghwan juga kelihatannya belum lama bangun, soalnya dia makan kacang goreng sambil merem alias setengah tidur.

"hmm, udaahh." jawab si bungsu. mashiho menghela napas melihat adiknya yang satu itu, kerjanya makan terus pagi siang sore malam setiap saat. untung gak gendut. "jangan makan terus terusan wan, nanti sakit perut. apalagi kacang goreng, kalau batuk nanti nangis nangis sama mas cio." katanya menasihati junghwan.

"hm, gapapa lah." balas junghwan tidak peduli yang membuat mashiho menggelengkan kepalanya heran.

setelah itu mashiho mesen makanan delivery buat semua saudaranya karena gak ada yang bisa di makan ataupun di masak. pokoknya saudara saudaranya bangun, makanan udah tersedia. enak banget gak tuh.


menjelang malam hari, mashiho sama junghwan lagi nonton berita di tv, junkyu lagi main kartu sama hyunsuk dan haruto. yoshi, doyoung, yedam lagi di kamar masing masing. jaehyuk mandi, jihoon lagi main laptop, jeongwoo lagi belajar lewat laptopnya. sangat damai. 

Namun, kedamaian itu tidak berlangsung lama. Tiba-tiba Junghwan berseru,

"ABANG ABANG!!!! PESAWAT YANG KAK ASAHI NAIKIN JATOOHHH!!!!" 

semua orang, bahkan yang tadi sedang di kamar, dengan segera turun ke ruang keluarga mendengar suara junghwan. 


"itu ada beritanya, pesawat AsianAir QW5349 yang terbang menuju bali jatuh di pantai Anyer, korban yang selamat di larikan ke rumah sakit Teramedika. ayo kita ke sana!!!" seru mashiho panik, sekarang dia sudah berpakaian rapi dan siap pergi. mau gak mau, jaehyuk mandi kilat dan semua orang bersiap. ricuh banget deh pokoknya. 

"Ya Tuhan!!! Di mana jaketnya??!?!"

"abang taro di lemari kamu kemaren!!!" 

"Jaehyuk!!!!! Jangan mandi terlalu lama!!!"

"bang hyunsuuuukk!!! panasin mobilnyaa!!!"


ketika semua orang sudah di dalam mobil, tiba tiba saja haruto berkata. "bang jae, telpon kak asahi coba. siapa tau kalo misalnya dia selamat pasti telpon ya di jawab." 

tetapi, ketika di telpon bahkan sampai 10 kali, tidak juga di angkat. seketika mereka pun lemas. di sepanjang jalan, mereka tidak berhenti berdoa, bahkan jaehyuk saja menangis. 

hyunsuk sudah mencoba menghubungi orang tua mereka, namun tidak diangkat walaupun sudah berkali kali. 

"huhuhu, junghwan nyesel udah iri sama kak sahi kemaren... huhuhu, maafin junghwan ya kak asahi." ucap junghwan tersedu sedu. yang lain jadi ikut sedih mendengarnya. 

"Tidak apa-apa, jangan menangis. Berdoalah banyak-banyak," Jihoon menghibur.

setelah sampai, mereka bagai anak anak hilang diantara begitu banyaknya orang di sana sambil mencari dimana kah asahi. 


tapi, kok asahi balik nelpon jaehyuk sih?? 


"ANJRIT LO NGAPAIN NELPONIN GUE BERKALI KALI JAE?!?!!??" seru asahi lewat telpon yang langsung membuat saudara saudaranya tercengang. 

"sahi..., lo.... baik baik aja??" tanya jaehyuk bingung sekaligus pusing. 

"hah?? emangnya gue kenapa??" tanya asahi balik. 

"kan...., pesawat lo kecelakaan. jadi lo baik baik aja??" tawa asahi meledak di ujung telpon. 

"Siapa bilang begitu, dasar bodoh??!? Kalau aku naik pesawat pribadi keluarga Zhong, itu sudah pasti. Apa kau benar-benar tidak tahu kalau aku naik pesawat pribadi Chenle?? Lagipula, aku sudah di sini sejak pagi, dan saat kau meneleponku, aku sedang berenang di pantai bersama teman-temanku yang lain."

"hah???" jaehyuk langsung melirik ke arah mashiho dan junghwan yang sekarang melongo dan menampilkan wajah kaget. 


semuanya auto:photo