Suatu hari musim panas

Mimpi: kenangan pahit

.









.

Ngomong-ngomong, Beomgyu tiba-tiba menghilang ke mana..?

Karena khawatir, aku mengembara di pegunungan hingga malam hari.

“Hah….hah…. kenapa tidak ada di sana…?”

Kakiku lemas dan aku ambruk ke lantai.

.


.
.

“Aku…sedang mencarimu…?”

Terdengar suara yang familiar.

“Hei…! Kamu… tidak bisa berkata-kata…”

Akhirnya, aku menangis lega.

Beomgyu duduk di sebelahku dan menepuk punggungku.

“Maaf… aku tiba-tiba menghilang…”

“Tapi…kau ini apa…?”

“…? Apa yang kau katakan…?”

“Kamu bukan manusia.”

Aku cuma bercanda.
Namun Beomgyu menjawab dengan suara yang sangat serius.

“Ha… Kau benar-benar tidak ingat aku…?”

“Apa yang kau bicarakan…? Aku baru saja melihatmu dua hari yang lalu…”

“Apa yang kau impikan hari itu setelah bertemu denganku bukanlah mimpi.”

Aku sangat malu. Lalu ternyata pria ini bukan manusia... Aku sudah mengenalnya sejak kecil...

"Jadi, kau mengenalku...?"

"Bukankah itu sudah jelas...? Kita sudah berteman sejak kita berusia lima tahun..."

Aku sama sekali tidak ingat. 5 tahun? Aku di rumah waktu umur 5 tahun... sebelum aku kabur dari rumah... . Apakah aku kenal anak ini waktu itu...?

.





.


.









.





Jadi aku pulang. Aku bertanya-tanya mimpi seperti apa yang harus kualami untuk mengetahui siapa dia sebenarnya.