Suatu hari musim panas

prolog_

.


.
.


.



.

Cuacanya bagus hari itu.

Mungkin itu sebabnya aku tidak merasa buruk.

Saya keluar sebentar.

Angin sepoi-sepoi, sinar matahari yang hangat, air sungai yang sejuk.

Aku duduk di atas batu dan beristirahat. Aku hanya duduk di sana tanpa memikirkan apa pun.

Itu saja. Saya puas dengan itu.

Karena kehidupan sehari-hari saya selalu sama, rasanya menyenangkan bisa beristirahat seperti ini.
.


.

.





.




.

Sampai aku bertemu dengan anak itu.