Adegan 1: Kedai Kopi Kecil di Tengah Hujan
Latar: Sebuah kedai kopi yang hangat, pintu kacanya berembun karena gerimis di luar. Cahaya kuning lembut menyinari tetesan air yang mengalir di kaca. Aku duduk di sudut biasaku, headphoneku memutar lagu "Good Guy" dari SF9, mataku melirik buku di tanganku. Chani masuk, hoodie abu-abunya sedikit basah karena hujan, rambutnya sedikit berantakan tetapi senyumnya masih cerah. Dia menggosok tangannya untuk menghangatkannya, melihat sekeliling kedai, dan tiba-tiba pandangannya bertemu denganku.
Chani: "Oh, kau di sini! Aku sudah mencarimu sejak lama, kukira kau tidak akan datang karena hujan."
Aku (malu): "Aku... cuma mau duduk di sini mendengarkan musik dan membaca. Bagaimana oppa tahu aku ada di sini?"
Chani (tersenyum nakal, menarik kursi untuk duduk): "Rasanya seperti menjadi pemimpin SF9! Lagipula, kau selalu memilih pojok ini, aku ingat."
Dia memesan secangkir cokelat panas, lalu mendorong cangkirnya ke arahku.
Chani: "Cobalah, cokelat di sini sangat manis, cocok untuk suasana hujan seperti ini."
Adegan 2: Buku catatan khusus
Setting: Chani mengeluarkan sebuah buku catatan kecil dari ranselnya, sampulnya bergambar logo SF9. Dia membukanya, di dalamnya terdapat tulisan tangan dan beberapa stiker lucu.
Chani: "Ini buku catatan yang kuisi untuk mencatat momen-momen tak terlupakan bersama Fantasy. Lihat, di acara temu penggemar di Seoul, kalian meneriakkan namaku dengan keras, membuatku terkejut!"
Dia menunjuk ke sebuah baris tulisan, tulisannya miring: "Fantasi di baris 3, suaranya sangat imut!"
Aku tersipu, aku tidak menyangka Chani akan mengingat detail sekecil itu.
Aku: "Oppa, sejak kapan kau menulis begitu banyak?"
Chani (menatapku, matanya hangat): "Sejak aku menyadari bahwa Fantasi adalah sumber energi terbesar SF9. Setiap kali aku lelah, aku membuka buku catatan itu, membacanya lagi, dan berkata pada diriku sendiri untuk berusaha lebih keras."
Adegan 3: Janji di Tengah Hujan
Latar: Hujan telah berhenti, matahari terbenam mengintip di antara awan. Chani dan aku berjalan keluar dari toko, dia mengenakan hoodie-nya, dan memberimu payung kecil.
Chani: "Lain kali kalau hujan, telepon saja aku. Oppa akan bawa payung untuk menjemputmu, oke?"
Dia mengedipkan mata, senyumnya membuat jantungku berdebar kencang. Aku mengangguk, merasa seolah seluruh dunia hanyalah aku dan Chani di bawah matahari terbenam.
Aku (berbisik): "Terima kasih oppa, karena selalu membuat Fantasy terasa istimewa."
Chani (memiringkan kepalanya, berpura-pura serius): "Bukan terima kasih, tapi janji untuk selalu mendukung SF9!"
Adegan penutup: Aku berdiri menyaksikan Chani berjalan pergi, siluetnya menyatu dengan cahaya remang-remang jalanan. Di tanganku ada stiker kecil yang diam-diam diselipkan Chani ke dalam sakunya, sebuah gambar hati dengan tulisan "Fantasy Forever".
#SF9 #CHANI

