ORENJI // HARTA

Orenji [Episode terakhir]

Junkyu, Misoo, dan Haruto sudah terlalu banyak menjalani suka bahkan duka dalam beberapa bulan ini. Bahkan Junkyu sudah tidak sadar akan penyakit yang kini dia derita. 

"Kapan kau akan cuci darah lagi?". Tanya Misoo yang kini berada di dalam kamar Junkyu sambil membaca komik kesukaannya. 

Ya, Misoo sudah mengetahuinya. Dia mengetahui semuanya sendiri tanpa ada yang memberitahunya. Awalnya memang dia sedikit kecewa karena Junkyu merahasiakan masalah sebesar itu padanya. 

** Kilas balik pada **

"Mengapa Dr. Yoon hanya memberi tahu saya tentang masalah besar ini?".

Kini hanya ada empat mata diruangan kecil dengan penuh berkas serta berbau obat. Pembicaraan Ibu Junkyu dengan Dr. Yoon tengah berada didalam keseriusan yang sangat dalam.

"Saya adalah Ibunya Junkyu, dan saya berhak tahu tentang penyakit yang diderita oleh anak saya sendiri. Karena Anda merahasiakan semua ini kepada saya nyawa Junkyu dalam bahaya. Ini sangat mempertaruhkan nyawanya, bukan?". 

Ibu Junkyu terlihat menangis, terisak dengan tangannya yang menutupi wajahnya. Dr. Yoon tidak bisa berbuat apa-apa karena ini kehendak Junkyu sendiri walaupun dia salah. 

"Maafkan saya sebelumnya, namun ini kehendak dari Tn. Kim sendiri. Awalnya saya memang ingin memberitahu Anda, tapi Tn. Kim bilang kalau dia tidak ingin Anda tahu tentang ini". 

"Tapi jika Anda memberitahu saya soal ini dia bisa saja saya bawa keluar negeri untuk operasi lanjutnya!".

"Itulah masalahnya, dia tidak ingin meninggalkan Choi Misoo-ssi orang yang sangat dia cintai. Sehingga dia memilih diam untuk penyakitnya. Bahkan sampai sekarang, sekarang sudah memasuki stadium akhir akibat Tn. Kim yang terlalu menganggap remeh tentang ini". 

"Jadi Choi Misoo tidak tahu?"

"Tidak. Dia hanya menjenguk Tn. Kim kesini saat mengalami kecelakaan. Tapi tidak dengan penyakitnya". 

"Bagaimana jika dia tahu tentang penyakitnya Junkyu. Ini benar-benar tidak dapat saya pungkiri. Dua anak yang sekaligus sangat saya sayangi kini dalam keadaan yang mustahil bagi saya". 

"Yang sabar. Mari kita berdoa saja untuk kesembuhannya Tn. Kim. Setidaknya dengan sering cuci darah, kemungkinan kanker yang diderita Tn. Kim akan menyembuh secara perlahan". 

Menggunakan!

Ibu Junkyu bahkan Dr. Yoon terkejut setelah melihat Misoo yang kini berada di depan pintu ruangannya. Ibu Junkyu bisa melihat reaksi Misoo sekarang setelah mendengar pembicaraan mereka. 

Misoo bahkan terduduk dengan mata yang kosong, tidak berlinang air mata dan hanya terdiam membeku. Bisa dikatakan seperti orang yang kehilangan ingatannya. 

"Choi Misoo sayang, ayo bangun. Kita pulang". Ibu Junkyu memeluknya dari samping. Memegang kedua bahu Misoo dengan erat tapi tidak ada respon dari tubuh anak itu. 

Kakinya lemah untuk berdiri, pikirannya kalut, hatinya membeku, bahkan mulutnya tak dapat bicara. 

Seorang Kim Junkyu, sahabat lamanya telah merahasiakan sebuah masalah yang sangat besar. Bahkan nyawanya dalam bahaya sekarang. Kim Junkyu ingin meninggalkannya. Oh tidak, lebih tepatnya Junkyu akan sembuh dia yakin.

"Bunda Kim, katakan padaku jika itu semua bohong. Tolong perlihatkan pada Misoo data yang asli bukan yang palsu. Dr. Yoon, tolong Anda periksa kembali data dari Kim Junkyu". 

Misoo segera berdiri dan menghampiri Dr. Yoon, meraih berkas-berkas yang ada dimejanya. Bahkan menghamburkannya seperti orang gila. 

"Misoo-ssi, apa yang Anda lakukan? Berhentilah menyalahkan takdir, mari kita berdoa saja atas kesembuhan Tn. Kim". 

"Tidak, aku meminta izin padamu untuk memberikan padaku data asli dari Kim Junkyu. K.I.M. J.U.N.K.Y.U. Kau pasti salah menuliskan data namanya, itu pasti punya orang lain". 

"Sayang, ayo kita pulang. Kau hanya perlu is-". 

"HENTIKAN!!! KENAPA KAU MERAHASIAKAN MASALAH INI PADAKU!!!". Misoo memukul-mukul bahu Dr. Yoon dan Dr. Yoon hanya pasrah menerima semua pukulan itu. 

"BUNDA KIM....Katakan pada Mi-misoo ka-kalau semu-semua ini ti-dak ben-benar". Misoo menangis dipelukan Ibu Junkyu dengan terisak hingga tidak terdengar lagi suaranya. 

"Choi Misoo-ssi, sayang. Ayo kita pulang". 

Tubuh Misoo melemas seketika, matanya sayu dan akhirnya dia pingsan". 

** Kilas balik dimatikan **

"Junkyu-ya, berjanjilah padaku untuk sembuh dan jangan pernah meninggalkan ku". 

Misoo disebelah Junkyu yang berada diatas kasur. Junkyu mengusap kepala Misoo dengan lembut sehingga membuat Misoo menunduk. 

"Misoo-ya, sebelum aku pergi aku ingin melihatmu hidup dengan yang lain. Jangan bergantung padaku lagi, karena kau tahu sendiri usia ku tidak dapat diketahui". 

"Aku hanya ingin bersamamu". 

Kini Misoo kembali menangis, dan berhasil membuat Junkyu memeluknya. Erat, sangat erat. 

"Misoo-ya, kau tahu aku sangat mencintaimu bukan dalam kata sahabat lagi. Tapi aku benar-benar mencintaimu dengan kata hatiku sendiri. Jadi aku tidak ingin melihatmu menangis dalam kepergianku". 

"Aku yakin kau akan sembuh dalam waktu sebentar, sering-seringlah cuci darah agar kau lekas sembuh". 

"Tapi aku tak sanggup menahan rasa sakit dikepalaku. Kau tahu? Hidupku bertahan selama ini karena mu, aku masih ingin menghabiskan banyak waktu bersamamu, lebih lama. Tapi takdir berhendak lain padaku". 

"Jangan bicara melantur aku mohon padamu". 

"Berjanjilah pada ku agar tetap tersenyum jika aku tidak ada bersama mu lagi. Aku tidak ingin melihat wanita yang sangat aku cintai menangis didalam pelukan orang lain. Jadi jangan menangis". 

"Aku ingin bersamamu lebih lama, bahkan selamanya. Aku mencintamu Kim Junkyu, sangat mencintaimu. Berjanjilah padaku untuk segera sembuh". 

Waktu demi waktu telah mereka habiskan hanya dengan tangisan yang mungkin akan menghabiskan air matanya. Memberikan kenangan yang banyak dalam keadaan Junkyu yang sekarat.  

2 tahun yang lalu

Seorang wanita menatap sebuah bingkai foto dengan seragam sekolah, tidak hanya itu. Banyak foto yang tidak diketahui oleh orang lain tersimpan rapi didalam lemarinya. 

2 tahun yang lalu mengingatkan tentang betapa kejamnya dunia yang merenggut sebuah kebahagiaan yang dia miliki. 

Dia menangis, terisak melihat video dimana mereka membuat CD sebelum kejadian itu terjadi. 

"Dia sudah bahagia disana". Seorang laki-laki meraih kepalanya untuk memeluknya. Meletakannya didada dan menjadi tempat wanita itu sekarang. 

"Ruto-ya, kini hanya kau yang aku punya. Jadi berjanjilah jangan pernah meninggalkan ku sama sepertinya". 

"Sekarang aku berjanji, jika kau pergi maka aku akan ikut pergi. Jika sebelum aku pergi, aku akan mencarikan orang yang lebih tepat lagi untukmu". 

"Kalau itu terjadi lagi padaku, maka aku akan berjanji untuk menutup hati selamanya dan tidak akan pernah membuka pintu untuk orang lain". 

"Misoo-ya, aku akan menjadi rumah untukmu. Percayalah padaku. Aku sangat mencintaimu". Haruto mencium pucuk kepala Misoo agar dia berhenti memikirkan hal yang tidak-tidak. 



Orenji tamat 



Pasti bingung ya sma ceritanya hehe maaf gak ngasih spoilernya, ini aku bikinnya alur mundur gitu hohohiii🤣


Akhir ceritanya sangat tidak jelas, aku sudah tidak mengerti lagi huhuuu😭😭
Maafin baru muncul, soalnya kemaren fanplus  aku kehapus terus lupa sandi masuk😭
Ini full album udah rilis tpi uang aku msih gak rilis kasian gak bisa beli😭

Yaudah gays jangan lupa stream and vote telejo terus ya semangat buat yang daring juga kayak aku🤗🧡♥️


13, Januari 2021 


Teuubyeee🧡💋sampai jumpa