ORENJI // HARTA

Orenji #1

Seorang wanita berjalan lurus menyusuri koridor jalan sekolahnya yang menuju perpustakaan. Bersama siapa? Sendiri. Ya dia terlihat selalu sendiri, entah dia tidak mempunyai teman atau hanya dirinya yang menyukai kesendirian. 

Dia berjalan memasuki perpustakaan, matanya sedikit menyipit dan menangkap punggung seseorang disela-sela buku yang tersusun rapi. Orang itu sedang asik membaca dengan membelakanginya. 

Dddoorrrr

Wanita itu memukul keras punggung orang yang dia tatap, betapa terkejutnya orang itu dan hampir saja terjatuh dari tempat duduknya. Bagaimana dengan wanita itu? Dia bahkan tak punya wajah bersalah dan tertawa keras. Hingga membuat orang itu berdiri dan menyekap mulutnya dengan isyarat jari telunjuk di mulutnya. Menandakan orang itu menyuruhnya diam. 

Orang itu tertawa kikuk setelah melihat semua pengunjung perpustakaan menatap mereka. Dia membawa wanita itu untuk duduk disampingnya.

"Diamlah disini dan jangan berisik". Ucapnya seraya memindahkan matanya fokus kembali ke bukunya. 

Setelahnya wanita itu mempoutkan bibirnya sedikit dan menunduk. Tindakan itu berhasil membuat orang disampingnya mendelik ke arahnya. 

"Sudah, aku tidak memarahimu. Hanya saja aku kesal padamu karena kelakuan mu tadi. Kau tahu kalau kita sedang berada dimana, bukan?". 

Wanita itu menangguk setelahnya dia mendongak kearah orang disampingnya yang menatapnya lekat penuh kasih. "Tersenyumlah". Lanjutnya.

Wanita itu tersenyum padanya, dan membuat orang itu tersenyum juga. "Misoo-ya?". Panggilnya dan membuat wanita itu berdahem membalasnya.

"Apa kau tidak ingin mencari teman selain diriku?". 

Misoo kembali menunduk bahkan mengalihkan pandangannya kearah luar jendela yang ada di hadapan mereka. "Sampai kapan kau mempertanyakan soal ini". 

"Aku hanya ingin tahu, mau sampai kapan kau akan bergantung padaku. Setidaknya kau harus mencari teman barangkali hanya satu atau dua orang". 

"Apa kau keberataan kalau aku bergantung padamu?".

"Tidak, bukan begitu maksud ku. Hanya saja....". 

"Tidak perlu kau perjelas. Kau sudah sering mengatakan ini padaku, aku mendengarnya. Sangat mengerti maksud mu. Ya sudah aku keluar dulu kau selesaikan saja urusan mu". Misoo memotong pembicaraannya sambil berdiri dan beranjak dari sana.

Tapi langkahnya dihentikan oleh orang itu. Dia ikut berdiri dan menarik tangan Misoo. Menatapnya lekat dengan mata yang berkaca-kaca. Misoo hanya bisa membuang pandangannya karena hatinya sedang kacau.

"Jangan pergi. Aku janji tidak akan bertanya itu lagi padamu. Tetaplah berteman dengan ku". 

"Junkyu-ya. Aku rasa berteman dengan mu saja itu sudah lebih dari cukup bagiku". Junkyu yang merasa disebut hanya bisa mengangguk dan tersenyum pada Misoo. 

"Sujujurnya, aku tidak keberatan sama sekali jika kau terus bergantung padaku. Tapi yang aku takutkan, suatu saat kita tidak mungkin akan selalu bersama. Apa kita bisa saling melepas?". 

Kata hati Junkyu sudah mulai bersuara dari yang sebenarnya. 

"Ya sudah, ayo ke kelas. Sebentar lagi waktu pelajaran akan berakhir". Junkyu mengembalikan bukunya ke tempat asal dengan tautan tangan yang tak terlepas dari Misoo. 

"Kim Junkyu".

"Emm".

"Terimakasih karena kau selalu menemani ku dan selalu bersama ku". 

"Tidak perlu berterimakasih karena aku akan selalu bersama mu dan melindungimu". 

"Aku bahkan tidak tahu sampai kapan kita akan bersama, yang pasti aku ingin selalu bersamamu sampai nanti". 

"Sudahlah lupakan itu". Jawab Junkyu yang membuat Misoo hanya menganggukkan kepalanya. 

Mereka berjalan menuju ke kelasnya. Jangan tanyakan mengapa semua murid menatap mereka biasa saja. Karena semua murid bahkan guru-guru saja mengetahui bagaimana kedekatan mereka. Tapi bukan sebagai kekasih. 

Choi Misoo adalah wanita yang mendominasi disekolah, wanita yang sangat pintar, cantik, bahkan baik hati. Dia juga termasuk dalam golongan orang yang kaya raya sama seperti Junkyu. Lelaki yang memiliki nama asli Kim Junkyu juga mendominasi di sekolahnya. Bahkan semua orang mengatakan mereka cocok menjadi sepasang kekasih karena kepribadian yang sama. 


***

"Choi Misoo!!". Teriak seseorang yang berlari dengan nafas terengah-engah menuju kearahnya. 

"Kenapa Ruto-ssi?".

"Kau pulang bersama siapa?".

"Emm. Memangnya ada apa?".

"Mau aku antarkan pulang?". 

"Ahh, aku harus menunggu Junkyu lebih dulu. Karena biasanya aku pulang bersamanya". 

"Pulanglah bersamanya". Sahut Junkyu yang datang tiba-tiba dibelakang mereka. "Sepertinya aku tidak bisa mengantarmu hari ini karena aku ada urusan sedikit".

Harapan Misoo hancur lagi, dia berharap Junkyu akan mengantarnya pulang. "Maafkan aku." Junkyu mengusap kepalanya dengan lembut dan tersenyum, membuat Misoo balas tersenyum meskipun dia canggung.

"Mau pulang bersama ku?". Tanya Haruto kembali

"Ruto-ya. Tolong kau antar dia sampai benar-benar dia masuk ke dalam rumahnya". Haruto hanya mengangguk setelah mendengar perintah dari Junkyu.

"Pulanglah, hubungi aku setelah kau sampai di rumah". Misoo kembali mengangguk dan berjalan mendahuluinya bahkan meninggalkan Haruto. 

"Ya sudah aku pulang dulu, kau hati-hati di jalan". Ucap Haruto sambil menepuk punggung Junkyu dengan lembut yang hanya dibalas Junkyu dengan anggukan dan senyum yang tak pudar dari wajahnya. 

Junkyu menatap punggung mereka saat mereka perlahan menjauh dari area sekolah."Maafkan aku jika sudah membohongimu. Aku hanya ingin kau punya teman selain diriku". 


Orenji


Next chapter berikutnya ya hehe
Maaf jika tidak selaras dengan hati kalian, beri aku semangat karena ini adalah cerita pertamaku

Sampai jumpa lagi, Teubyee :3