Apa kau marah padaku? Apa kau membenciku? Apa kau tak ingin berteman padaku lagi? Apa kau tak mencintaiku?
Pertanyaan demi pertanyaan sangat menghantui pikirannya saat ini.
Junkyu sudah banyak mendapat teguran di tengah jalan karena dia menjalankan motor dengan arah yang salah. Terutama dia melanggar rambu-rambu lalu lintas. Akibat pikirannya yang berkelut dengan Misoo yang pergi bersama Haruto.
**Kilasan balik tentang**
"Annyeong, bunda Choi". Junkyu membungkuk saat ibu Misoo membukakan pintu untuknya. Ibu Misoo tersenyum lalu mengusap kepala Junkyu dengan lembut.
"Selamat pagi, sayang. Ada apa?". Junkyu terkejut setelah mendengar pertanyaan ibu Misoo. Karena tidak seperti biasanya bundanya itu bertanya begitu. Biasanya kalau Junkyu datang dia langsung berteriak memanggil Misoo untuk keluar. Tapi berbeda dengan ini.
Junkyi mengernyit dan membuat Ibu Misoo terkekeh. "Misoo sudah pergi, Kim Junkyu". Mata Junkyu membulat mendengarnya. Sudah pergi? Tanpa menunggu atau memberitahunya? Dengan siapa?
"Bersama Haruto". Lagi dan lagi Junkyu terkejut. "Ha-Haruto?". Bundanya mengangguk tersenyum tipis.
"Sungguh, bunda tidak berbohong. Tadi Haruto menjemputnya pagi-pagi sekali".
Junkyu tersenyum kikuk. "Ya sudah bunda Choi, Junkyu berangkat dulu. Terimakasih".
**Kilasan balik dimatikan**
BRAKKKKK
Suara hempasan benda yang terdengar sangat nyaring. Hempasan seperti ada kecelakaan. Terdengar suara mobil yang menabrak sebuah motor. Sepertinya ada kecelakaan di sana.
Mengingat kembali Junkyu yang tadi, menjalankan motornya dengan pikiran kosong. Sering kena tegur di jalan. Salah arah? Dan sekarang terjadi kecelakaan.
Apa itu Junkyu? Apa Junkyu yang mengalami kecelakaan?
Tebakanya benar, Junkyu yang sudah mengalami kecelakaan itu. Motornya terhempas jauh setelah arah yang dia jalani salah dan membuat para mobil berhalangan satu sama lain. Bahkan membuatnya tertabrak oleh mobil yang benar-benar ingin terburu-buru.
Junkyu pingsan di tempat, lihatlah sekarang wajahnya berlumur dengan darah. Untung saja helm yang dia kenakan tidak terlepas dan itu sudah menyelamatkan kepalanya. Hanya saja luka di dahinya yang membuat wajahnya berdarah akibat benturan keras dari mobil itu.
***
Misoo gelisah dan dia merasa tidak nyaman dengan kondisi sekarang. Dia merasakan ada yang berbeda. Jelas, sahabatnya belum datang bahkan jam pelajaran ketiga saja sudah berakhir.
"Junkyu tidak masuk hari ini? Atau dia membolos?". Gumamnya sambil sesekali membuka ponselnya, berharap ada notif dari Junkyu.
"Ah, Park Mia-ssi?". Yang dipanggil sontak menatap kearah Misoo. "Ah, ada yang bisa aku bantu Misoo-ssi?".
"Ahh, a-aku hanya ingin bertanya. Kenapa Junkyu tidak masuk hari ini?".
"Sebelumnya maafkan aku. Junkyu tidak memberitahuku kenapa dirinya tidak masuk. Aku pikir kau tahu alasannya".
"Ti-tidak. Ya sudah terimakasih". Setelahnya Mia keluar dari sana meninggalkan Misoo seorang diri di kelas.
Jam pelajaran ketiga sudah berakhir, itu tandanya sekarang adalah waktunya istirahat. Misoo lebih memilih diam di kelas atau di perpustakaan kalau waktu istirahat tiba. Tapi sekarang niatnya dia urungkan karena pikirannya sibuk dengan Junkyu yang tidak masuk hari ini.
Disatu sisi, Mia yang berada di luar kelas berusaha menghubungi Junkyu. Dan pada akhirnya telepon tersambung.
"Yeoboseyo?". Ucap seseorang di telepon itu, tapi Mia mengernyit karena itu bukan suara Junkyu.
"Apa ini dari, Kim Junkyu?".
"Ah, maaf. Apa ini dari temannya, tuan Kim?".
"Oh,ne gweanchana".(Ya, tidak apa-apa)
"Benar, saya temannya. Boleh saya tanya, Anda siapa?"
"Anda bisa segera datang ke Hospitalypoth. Tuan Kim lagi menjalani perawatan".
"Ada apa dengannya?!"
"Ayo, nanti akan kuceritakan".
"Ya sudah, terimakasih sudah menyelamatkannya. Sebentar lagi saya akan pergi ke sana".
"Mia-ssi?". Mia tersentak dan langsung menyembunyikan ponselnya ke dalam saku jaznya. "Ah, Mi-Misoo ya?".
"Maaf, aku tidak sengaja mendengar pembicaraanmu".
"Misoo tidak boleh mengetahuinya. Aku harus merahasiakan tentang Junkyu yang di rawat di rumah sakit".
"Kau, kau mau pergi kemana?".
"Huh, untung saja dia hanya mendengar pembicaraan terakhirku".
"A-aku harus segera pulang. Ibu ku sakit dan dia pingsan tiba-tiba. Ayah ku sedang bekerja, jadi aku yang harus merawatnya".
"Benarkah? Aku sangat kasihan pada ibumu. Ya, cepat pulang, nanti aku akan memberi tahu guru yang sebenarnya."
"Misoo-ssi. Terimakasih sudah membantuku. Aku akan segera pulang, sekali lagi terimakasih". Mia segera berlari mengambil tasnya dan pergi meninggalkan Misoo.
"Junkyu-ya. Apa kau baik-baik saja? Aku sungguh sangat mengkhawatirkan mu. Kenapa ponselmu tidak aktif?".
Orenji
Wow!!!
Aku up semuanya🧡yang udah nunggu terimakasih🥰gak perlu panjang lebar pokoknya sayang kalian banyak2 muwah💗💋sayang trejo juga plus semua teume💗semangat🧡
Maaf ya aku upnya kemaleman hehe soalnya siang itu aku sibuk huhu
