Dengan riang gembira, ia melangkah masuk, memeriksa semua ruangan di rumah itu. Jangan lupakan Misoo yang setia menemaninya ke mana pun ia pergi.
Terakhir, dia memasuki kamarnya. Dengan langkah cepat dia menuju kasurnya diikuti oleh Misoo yang masuk terakhir sambil menutup pintunya.
"Kau senang sudah kembali ke rumah lagi?". Tanya Misoo sambil meletakkan semua pakaian Junkyu ke dalam lemari asalnya. Setelah itu dia melangkah mendekati Junkyu yang sudah duduk dengan kaki silang dan bantal dipangkuannya.
Junkyu mengangguk tersenyum. "Aku sangat bahagia Misoo-ya. Akhirnya besok aku sudah bisa bersekolah lagi, menemani mu ke kantin, membaca bersama diperpustakaan, bermain bersama mu dan oh iya, Haruto. Bagaimana kabarnya?".
"Kenapa tiba-tiba kau bertanya tentang Haruto?".
Junkyu menggeleng senyum. Hanya iseng, dia memang sangat suka menjahili sahabatnya ini. "Karena hari ini libur, bukan kah sebaiknya kita mengundang Haruto untuk bermain?".
"Kenapa? Apa kehadiran ku disini tidak cukup?".
"Iya, tidak cukup. Tiba-tiba aku merindukan Haruto dan ingin bermain bersama".
"Baiklah tunggu disini. Aku akan menghubungi Haruto dan menyuruhnya kesini". Junkyu mengangguk, sahabat ini memang selalu mengerti dirinya. Dia tersenyum lebar melihat perbincangan Haruto dan Misoo ditelpon.
"Sudah, apa perlu aku juga menyuruh Park Mia untuk datang kesini? Merayakan hari dimana kau keluar dari rumah sakit".
"Tidak, aku sedang tidak ingin bertemu dengannya. Cukup kau dan Haruto. Karena Haruto sudah banyak membantuku".
"Membantu bagaimana maksudmu? Setahuku selama ini aku tidak pernah melihatmu berteman dekat dengannya".
"Haruto sudah membantuku untuk menjagamu saat aku tak bersamamu. Kau bingungkan kenapa aku selalu tahu kegiatanmu di sekolah. Iya, itu berkat dirinya. Aku harus banyak berterimakasih padanya".
"Aku yang seharusnya berterimakasih padamu karena sudah bersama ku selama bertahun-tahun ini".
"Itu memang sudah kewajiban ku, bukan? Ah, Misoo-ya". Misoo menatap Junkyu sambil menunggu Junkyu untuk melanjutkan pembicaraannya. "Kau tahu kalau Haruto mencintaimu?".
Misoo mengulum bibirnya dan melempar pandangan kearah lain. Sambil mengangguk dia menjawab. "Aku mengetahuinya, karena dia sendiri yang berkata padaku".
"Kenapa kau tak mencoba menjalin hubungan dengannya?".
"Mau berapa kali ku bilang padamu?! Junkyu-ya, dengan dirimu yang selalu bersama ku itu sudah lebih dari cukup. Jadi berhenti menyuruhku untuk mencari teman lain".
"Tapi, aku hanya tidak ingin jika nanti kau tak bisa merelakan ku".
"Maksud mu apa?! Kau mau meninggalkan ku?!". Junkyu terdiam, dia menunduk tak berani menatap mata bening yang berkaca-kaca dihadapannya sekarang.
Tapi tiba-tiba suara pintu berhasil membuat lamunan mereka buyar. Mereka berdua telah terfokuskan dengan pintu itu. "Aku datang!!!". Ya, Haruto sudah datang dengan membawa sekantong kresek sambil mengukir senyum riang dibibirnya.
Lelaki itu mencintai Misoo sudah dari awal masuk sekolah. Namun, dia sadar akan cinta tak bersifat memaksa. Bagaimana pun juga meluluhkan hati seseorang yang mencintai orang lain sangatlah sulit.
Jadi sekarang dia berusaha untuk melupakan Misoo dari rasa berlebihannya, dan dia berjanji pada diri sendiri untuk menganggap Misoo sahabatnya. Sama seperti dia dan Junkyu yang menjalin pertemanan hanya karena menjaga Misoo waktu itu.
"Apa yang kau bawa?". Misoo memiringkan kepalanya untuk melihat apa yang dibawa Haruto ditangannya. Haruto menjunjung tinggi kresek itu dan duduk di kasur Junkyu.
"Tadi sebelum kesini aku pergi ke Lotte untuk membeli banyak makanan. Mari kita nonton di kamar ini dengan membuat bioskop sendiri". Mata Misoo dan Junkyu membulat sambil tersenyum menampakan gigi yang tersusun rapi dan putih.
Ide Haruto dengan membuat moment benar-benar sungguh spesial. Tunggu, moment? Moment apa yang di maksud?
"Aku sudah melakukan yang kau minta Junkyu-ssi, dengan membuat moment untuk mu, aku, dan dia".
Haruto menatap Junkyu yang kini menatapnya juga. Junkyu mengangguk, sepertinya ini memang sudah direncanakan.
"Ya sudah, kalian tunggu disini aku akan ke dapur untuk membuat minum sebentar". Misoo beranjak dari kasur dan pergi keluar dari kamar itu. Dia berlari kecil, membuat 2 lelaki dibelakangnya terkekeh geli.
"Kau tidak perlu khawatir". Junkyu menepis air matanya saat Haruto mengusap lembut punggungnya. Dia tersenyum pada Haruto yang kini juga tersenyum padanya.
"Terimakasih banyak Ruto-ssi. Kau sudah banyak membantuku".
"Aku akan melakukan semua yang kau minta. Aku berjanji aku akan melakukannya".
"Yang pasti, saat ini aku tidak ingin dia tahu yang sebenarnya. Kau bisa menyembunyikan ini darinya, bukan?". Haruto mengangguk tersenyum. Memang, jika kalian yang berada diposisi Haruto situasi ini sangatlah sulit untuk dia lakukan.
"Tapi, bagaimana jika diaㅡ".
"Minuman datang!!". Teriak Misoo yang datang sambil menjujung tinggi minumannya yang ada dinampan. Dia berhasil memutuskan pembicaraan Junkyu dengan Haruto.
2 lelaki itu menatap Misoo dengan bingung dan diam. Misoo yang ditatap juga tak kalah bingung. "A-apa aku sudah menganggu kalian. Ya sudah aku akan keluar lagi".
"Paboya...paboya...paboya....". Ucap Junkyu yang berhasil membuat Misoo berbalik dan berjalan menghampiri Junkyu. Berjalan dengan kepala yang seperti Barbie.
Mereka berdua tertawa keras dan membuat minuman yang ada ditangan Misoo bergetar hebat. Tanpa aba-aba Haruto langsung menarik itu dari tangannya. Dan sontak membuat Misoo berhenti, diikuti oleh Junkyu yang kini sudah diam.
"Kalian berdua tertawa tanpa sadar minuman itu akan tumpah!".
"Maafkan aku. Itu adalah mantra dimana aku dan Misoo bermain boneka diwaktu kecil. Jika Misoo pergi, aku akan memanggilnya dengan paboya....sampai 3x. Itu akan berhasil membuat Misoo kembali, begitu pun sebaliknya".
Haruto tertawa mendengar banyak cerita masa kecil mereka, bahkan sepertinya dia sadar tidak akan pernah ada tempat dihati Misoo. Karena mereka sudah menjalin hubungan ini dari kecil.
Lampu sudah dimatikan, indihome yang mereka mainkan sudah menampilkan film horor yang layaknya sudah seperti bioskop. Haruto senang dapat membantu Junkyu, toh dia akhirnya bisa dekat dengan Misoo. Itu sudah cukup baginya.
Orenji
Teuhayyy!!! Maaf aku baru bisa up😭💗aku kembaliiii!!!
Ada yang kangen? Huhuu kayaknya gak ada deh😭
Ya udah jangan lupa komennya ya, sekarang udah makin menipis. Mungkin fokus sma stream and vote😭gpp lakukanlah semau kalian🥰
Btw, orenji bentar lagi selesai ya semuanya😊
Teubaayyy🧡
