





Keesokan harinya....
Yeoju. Um... Sudah waktunya datang...
Junmyeon. Hah? Nona Yeoju?

(Hmm.. Aku mengerti kenapa Hyun menyukainya haha)
Yeoju. Ah..halo
Junmyeon. Kamu bisa membiarkannya saja haha
Yeoju. Oh, begitu ya? Saya 23 tahun.
Junmyeon. Aku juga haha. Boleh aku bicara secara informal?
Yeoju. Oke...?
Junmyeon. Yeoju, aku akan menjadi temanmu saja.
Yeoju. Benarkah...? Apa?
Junmyeon. Temanku menyukaimu.
Itu juga banyak
Yeoju. Siapakah kamu?
Junmyeon. Hmm... Kamu akan terkejut.
Yeoju. Tetap saja!
Junmyeon. Benarkah?
Yeoju. Ya
Junmyeon. Siapakah dia?...

Junmyeon. Tidak... Aku tidak akan mengatakan apa pun.
Pahlawan wanita. Apa itu?
Junmyeon! Maaf, aku harus pergi duluan.
Yeoju. Hah? Hah....
Junmyeon. Oke, ini nomor teleponku, lalu aku akan pergi!
Yeoju. Ya... selamat tinggal



10 menit kemudian
Baekhyun. Hai!

Yeoju. Mengapa?
Baekhyun. Makan ini.
Yeoju. Apa, kue tart telur? Oh, terima kasih!
Baekhyun. Dan...
Yeoju?
