~ Bangau Kertas ~

1.

~BURUNG BANGAU KERTAS~

"Hai, Nona!" Aku menoleh tepat dimana sumber suara itu berasal. Aku mendengus, lalu memukul lengannya.

"Jangan memanggilku seperti itu. Aku tidak suka." Ujarku dengan berpura-pura marah.

"Baiklah, Princess" Ia terkekeh. Manis. Ia mendaratkan tubuhnya tepat di sebelahku.

"Ish. Taeyong, kau tidak berubah."

Taeyong mengangguk. "Bukan power ranger." Lagi dan lagi, lengannya menjadi sasaranku mendaratkan pukulan. Tidak sekeras itu sungguh. Tapi dia mengaduh, dasar lemah.

"Ada apa?" Tanyaku mengambil atensinya kembali.

"Ikutlah. Seperti biasa." Taeyong langsung melenggang menuju sepedanya. Sepeda biru kesayangannya yang sudah mulai berkarat.

"Taeyong" Panggilku saat aku telah duduk dengan sempurna di belakangnya. Ia mulai mengayuh sepeda itu.

"Hm?"

"Kau tidak bosan membeli kertas lipat berwarna setiap hari?" Tanyaku sepelan mungkin. Taeyong menggeleng.

"Aku tidak akan bosan. Itu janjiku. Sebelum semua yang selalu ku semogakan tersemogakan. Aku merindukannya. Sungguh."

"Taeyong…" Sial. Mataku selalu memanas saat membicarakan hal ini. Taeyong tertawa menyadari aku terdiam begitu saja.

"Jangan menangis. Membuat bangau dari kertas tidak susah. Bukan masalah, suatu saat Tuhan akan mengabulkan keinginanku."

Entah mengapa hatiku memanas mendengar kata-katanya. Semoga Tuhan mendengarmu, Taeyong.









nitip jodoh jgn di ambil 😡💢

photo