Apakah aku harus membunuh siapa saja tanpa berpikir hehehe
Jiho berubah dengan cepat seperti orang gila sungguhan.
Jiho pergi berburu bersama orang-orang dari segala usia dan jenis kelamin.
Jiho: Yang mana yang harus kita bunuh duluan? Hah?
Saat itu, sepasang kekasih lewat di dekat Jiho...
Jiho: (menyengat)
Pasangan 1: Mengapa kamu menatapku?
Pasangan 2: Kenapa, oppa?
Pasangan 1: Oh, dia tiba-tiba mulai menatap kami...
Pasangan 2: Ayo kita pergi saja
Pasangan 1: Sial, kau membuatku marah karena terus melirikku seperti itu. Kita tidak melakukan kesalahan apa pun.
Pasangan 2: Abaikan saja dan pergi. Kamu mungkin akan mabuk.
Pasangan 1: Kalau kau mabuk, masuklah dengan tenang, dasar bajingan.
Pasangan 2: Ayo pergi!!!!
Jiho: Kalian berdua di mana?
Jiho: Kamu juga harus mendengarkanku (menghela napas)
Jiho dengan hati-hati mengeluarkan senjatanya, mendekati kedua pria itu, dan mulai menusuk mereka tanpa pandang bulu.
Pasangan 2: Kaaaah, tolong selamatkan aku. Aku sudah minta maaf. Tolong selamatkan aku.
Pasangan 1: Keu... Dapur Keu
Pasangan 2: Oh... Oppa? Sadarlah. (Gelisah-gelisah) .. P..P.I?
Jiho: Satu orang meninggal dan sekarang giliranmu hahaha
Pasangan 2: Uh.. huh.. r Sarl.. tolong selamatkan aku hiks hiks
Jiho: Aku harus mengikutimu, oppa (kecap, kecap, kecap)
Pasangan 2: ....
Jadi Jiho mulai membunuh lagi.
Pada saat itu, kantor polisi
.
.
.
(dering dering dering)
Sebuah panggilan telepon berdering di tim investigasi khusus.
Detektif Kim: Ya, saya Detektif Kim dari Tim Investigasi Khusus Badan Kepolisian XX.
Ya... ya? Sa... pasangan yang dibunuh?
Kepala Oh: Mengapa?
Detektif Kim: Pak, mereka bilang orang itu muncul kembali.
Chief Oh: Bersiaplah untuk berangkat sekarang juga🤬🤬🤬 Jangan sampai ketinggalan kali ini
Detektif Kim: Oke, semuanya, bergerak cepat.
Detektif Kim dan stafnya menerima panggilan yang melaporkan bahwa Ji-ho Kim telah muncul kembali dan segera melakukan respons darurat.
Jiho: ? Dasar bajingan, kau juga melihatnya, matilah kau!
Jiho melihat warga di lokasi kejadian dan mulai menikam mereka dengan brutal lalu melarikan diri.
Detektif Park: Hei, Pak, apakah ini tempat yang sama?
Detektif Kim: Haruskah saya segera lari dan menghubungi Layanan Forensik Nasional?
Detektif Park: Ya, ambulans akan tiba dalam 2 menit. Ambulans akan tiba dalam 3 menit.
Tim pasukan khusus tiba di lokasi kejadian dan marah melihat apa yang mereka lihat.
Adegan itu begitu brutal dan kejam sehingga sulit untuk menggambarkannya dengan kata-kata.
Detektif Kim: Apakah Anda kembali lagi?
Detektif Kim: Ya...
Pada saat itu, suara manusia yang samar terdengar di lokasi kecelakaan.
Korban: Kumohon... Kumohon selamatkan saya.
Detektif Kim: ? Apa?
Detektif Park: Mengapa kamu bersikap seperti itu?
Detektif Kim: Apakah saya salah dengar seseorang meminta nyawa saya diselamatkan?
Detektif Park: Ya?
(S...selamatkan aku...s...yeo)
Detektif Park: Hah? Di sana
Detektif Kim: Hei, penyintas!!!
Detektif Kim: Apakah kamu baik-baik saja?
Korban: Ugh... ugh... (memberi isyarat) Pergi... ke sana... ugh...
Detektif Kim: (melirik) Detektif Park!!!! Kumpulkan semua agen dan mulai sekarang, cari di setiap halte bus di sepanjang jalan utama di sekitar sini. Jika kalian melihat sesuatu yang mirip, segera laporkan!! Sekarang, lari.
Detektif Park: Ya!!!
Detektif Park dan Detektif Kim berlari untuk menangkap Kim Ji-ho.
Sementara itu, Kim Ji-ho...
Jiho: Kita harus segera keluar dari sini hehe
