Serialisasi telah dihentikan/Kembali ke kenyataan

9. Kencan

photo
---

























'ㅇㅇㅇ, ◇◇◇, ☆☆☆ ikuti aku.'















***















Setelah memeriksa tas mereka, guru membawa mereka pergi. Semua siswa masuk ke ruang kelas, dan Lee Seok-min serta aku juga masuk dan duduk di tempat masing-masing. Rupanya, bungkus rokok ditemukan di dalam tas mereka.










"Saya harap saya dikeluarkan dari sekolah."



"Hei, masih."



"Kenapa? Kalianlah yang menindas saya."



"Aku juga membenci orang-orang itu, tapi mereka bukan dalangnya."



photo

"Mengapa kamu begitu baik..."



"Jadi kamu tidak menyukainya?"



"Tidak. Aku menyukainya."















***















Kami mendapat waktu belajar mandiri sampai bel berbunyi tanda istirahat. Begitu bel berbunyi, anak-anak masuk ke kelas. Mereka menatapku tajam sekali, lalu kembali ke tempat duduk mereka tanpa melakukan apa pun. Apa yang sedang terjadi?










"Suasananya hening. Apakah kamu sangat kesal?"



"Kurasa memang seperti itu."



photo

"Syukurlah, semuanya berjalan lancar."















***















"Seol-ah~! Ayo pulang~~!!"










Begitu upacara penutupan selesai, Kim Min-gyu maju ke depan kelas kami. Lee Seok-min menyampirkan tasnya di bahu dan mendekati Kim Min-gyu. Kim Min-gyu merangkul bahu Lee Seok-min dan menunggu saya keluar.





Aku pergi sambil membawa tas. Dan berjalan agak menjauh dari Kim Min-gyu dan Lee Seok-min.










Kami bertiga meninggalkan gerbang sekolah bersama-sama. Kami mampir ke sebuah kafe lagi hari ini, berniat untuk pulang, jadi kami berjalan menuju kafe alih-alih pulang. Saat kami hendak menuju kafe, sebuah mobil hitam berhenti di depan kami.





Jendela perlahan turun dan Kwon Soon-young berada di kursi pengemudi. Kwon Soon-young... Apakah ada mobil?










" Apa? "



photo

"Naiklah."



photo

"Terima kasih, bro~!"



"Mengapa kamu menunggang kuda?"
"Sudah kubilang, lihat saja dan coba kendarai?"



photo

"Saudaraku, bagaimana dengan kita?!"



"Ayo, jaga dirimu baik-baik."
"Seol-ah, kenapa kamu tidak naik kendaraan?"



"Ah, aku akan menerimanya, aku akan menerimanya."










Entah bagaimana aku malah duduk di kursi penumpang. Aku menutup pintu dan duduk di sana, benar-benar kelelahan. Kwon Soon-young, yang mengemudi, tampak agak canggung. Setelah beberapa saat mobil tidak bergerak, aku menatapnya, bertanya-tanya mengapa dia belum juga menyala.










"Sabuk pengaman. Apa kamu tidak akan memakainya?"



"Ah, aku harus, aku harus!"



"Bolehkah saya mengikatkannya untukmu?"



"..."



photo

"Apakah itu berarti hal itu bisa dilakukan?"










Kwon Soon-young menawarkan diri untuk memasangkan sabuk pengaman untukku. Aku tidak mengerti maksudnya. Tapi ketika aku mengerti, aku benar-benar gugup. Aku duduk di sana, gugup, dan Kwon Soon-young mencondongkan tubuh ke arahku.



Klik,










"Hei, hei! Kamu mengejutkanku!"



photo

"Aku malu, aku malu."
"Oh, lucu sekali."



"Oh, kenapa kamu seperti ini hari ini?"
"..."
"Aneh sekali, baik Kwon Soon-young yang mengemudi maupun mobilnya..."










Aku berteriak dan melihat ke luar jendela. Aku mendengar tawa kecil dari samping. Dan kemudian mobil itu mulai bergerak.















***















"Kamu mau pergi ke mana...?"



" hanya.. "



"Tapi ini hari Senin, bukankah kamu akan pergi ke kafe?"



"Hari Senin adalah hari Jihoon bekerja paruh waktu, bukan aku."
"Aku sedang senggang hari ini~."



"Ah, benarkah..?"
"Tapi sebenarnya kamu mau pergi ke mana?"



photo

" tanggal? "















***















"Mengapa kamu datang ke akuarium?"










Tempat yang dipilih Kwon Soon-young untuk kencan adalah akuarium. Mungkin karena hari itu Senin, tidak banyak orang, jadi suasananya tenang. Kwon Soon-young tidak berkata apa-apa, hanya menggenggam tanganku dan kami berjalan-jalan di sekitar akuarium, melihat ikan-ikan.










"Mengapa kamu datang?"



"Apakah Anda ingin ikut ke sini?"



"Beluga?"
"Mengapa Beluga?"



"Hei, apakah ini anak yang pertama kali kulihat waktu masih SD? Lucu sekali, kan?"



"Ya. Cantik."



photo

"Aku hanya ingin menunjukkan ini padamu."
"Karena saya ingin melihat hal-hal baik bersama."



"Terima kasih sudah membawaku."
"Sudah sangat lama sejak terakhir kali saya mengunjungi akuarium. Saya rasa... sudah 10 tahun."



"Kalau begitu, mari kita pergi dan melihat-lihat?"















***















"Hei hei, gaori di sini cantik sekali!"



"Berdiri di sini. Aku akan memotretmu."



"Apakah kamu hanya memotretku? Ayo kita berfoto bersama. Duduklah di sampingku."



"Baiklah, tunggu sebentar."
"Oh, maaf! Bisakah Anda mengambil foto kami?"



'Ya. Aku akan mengambil foto yang bagus untukmu.'





Apakah kalian berdua berpacaran? Kalian terlihat serasi.



"Ya, ya?? Tidak???"



"Hei, Hanseol..."



'Apakah kamu keluarga...?'



"Tidak. Terima kasih atas fotonya. Sangat cantik."
"Han Seol-ah, ayo kita pergi bersama!!"