[Cerita Pendek] Siapakah kamu?

Siapakah kamu? -中

Mendering-


Ngomong-ngomong, borgol ini sepertinya tidak bisa dilepas. Aku harus segera keluar dari sini.

Ting ting- melelahkan-


"..."

Pria itu masuk dan mencariku. Dia tidak kabur, kan? "Tidak, jadi borgol ini terhubung ke tempat tidur? Apakah kau kabur bersama tempat tidurnya?" Pikiran itu mencekik tenggorokanku, tetapi hidupku bergantung padanya, jadi aku menahannya dan mengawasinya.


“Aku belikan kamu kimbap berbentuk segitiga, jadi keluarkan dan makanlah.”


"Permisi... Saya benar-benar minta maaf, tetapi tangan saya terikat dan saya tidak bisa mengeluarkannya."

"...Aku akan membiarkanmu pergi sekarang. Sepertinya kau tidak punya keberanian untuk melarikan diri dariku."


Sekalipun aku ingin melarikan diri, aku tidak bisa. Aku tidak begitu mengenal tata letak rumah ini, dan ada kunci di pintu itu.

"...jangan khawatir, makan saja, aku tidak akan menyakitimu selama kamu tidak menyinggung perasaanku."



Namun, aku tetap tidak bisa mempercayai orang yang tiba-tiba menculikku. Terlebih lagi karena aku tidak punya informasi apa pun tentang dia.

dot
dot
dot

Sudah dua bulan sejak saya pindah ke rumah ini. Dia selalu berangkat pagi-pagi sekali dan pulang larut malam, dan seiring waktu berlalu, dia melakukan semua yang saya inginkan, kecuali meminta informasi dan pergi ke luar rumah.

"tuan"


"...Mengapa demikian?"


"Mengapa kau membawaku ke sini?"


"....."


"Tolong beritahu aku. Aku ingin tahu alasannya."


"...Sudah berapa kali kuperingatkan kau untuk tidak bertanya apa-apa? Akhirnya kau telah menyinggung perasaanku."


Puck- puck- puck- puck-


"Ugh..ugh..!! Teguk..teguk..."


"Jika kau bertanya satu pertanyaan lagi padaku, tongkat itu akhirnya akan berubah menjadi pedang. Jangan ganggu aku lagi."


Lalu dia mengikatku lagi, membuatku pingsan dengan menggorok leherku, dan meninggalkan ruangan.

dot
dot
dot

Ugh... Rasa sakit yang tajam muncul dari tempat aku baru saja dipukul. Saat aku membuka mata, aku tidak bisa mendengar suara lelaki tua itu, dan tangan serta tubuhku masih terikat.

"Aku harus pergi dari sini. Dia akan membunuhku sebentar lagi. Aku harus pergi sekarang juga."

-Bersambung dari bagian sebelumnya