

"Karena tidak ada kata-kata yang lebih baik," kata Kim Seokjin setelah mendengar lirik lagu indahnya itu.
Pencerahan.
Di situlah semuanya bermula, di sebuah ruangan dengan meja putih dan pensil yang berserakan di mana-mana.
Seokjin pandai berbicara, selalu dengan banyak kata, saking banyaknya sampai tenggorokannya kering... Tapi menulis lebih rumit karena dia harus memperhatikan kata-kata dan memilih yang terbaik.
Bagaimana seharusnya saya menulis lagu itu? Mudah.
Berbicara dalam bahasa Seokjin.
