Bel kelas berbunyi keras, dan berkat itu, suara-suara di sekitarnya mulai mereda. Dan kemudian pelajaran pun dimulai.
" Nah, di sini a disubstitusikan ke dalam z ••• "
Tentu saja, saya tidak bisa berkonsentrasi di kelas, dan semua momen bahagia yang saya alami bersama guru saya terlintas di benak saya seperti film.
Tiba-tiba, cairan panas memenuhi mataku, menggenang di dalamnya. Aku terus menyekanya dengan punggung tanganku, tetapi cairan itu terus mengalir lebih banyak. Tidak berhenti atau berkurang.
"Guru, saya mau ke ruang kesehatan sebentar."
Aku berbicara sebisa mungkin tanpa melakukan kontak mata, dan tentu saja, guru mengizinkanku. Yoongi langsung berlari keluar kelas.
"Dengar, aku merindukanmu... Aku merindukanmu, ya?"
Begitu pintu kelas tertutup, air mata menggenang di mataku. Aku menutup mulutku untuk menahan suara tangisan, tetapi isak tangis yang keluar dari bibirku membuat kakiku lemas. Dan kata-kata "Aku merindukanmu" keluar begitu saja.

-
