"Saudaraku, kami sudah sampai. Haruskah kita menyapa?"
"Halo..."
Jungkook tampak malu, dan Seokjin tampak benar-benar terkejut melihat kami. Rasanya butuh waktu sekitar satu jam untuk menjelaskan siapa Jungkook, bagaimana kami bertemu, dan apa yang sedang kami lakukan sekarang.

"Kalau begitu kita bisa berkembang menjadi hubungan romantis!!!!"
"Oh, apa yang dikatakan orang ini!"
"Siapakah Yeonnini?"
Saat kakakku membuka mulut untuk menjelaskan, aku menutup telinga Jeongguk. Wajahku memerah, dan Jeongguk, yang tidak mengerti kata "kekasih," hanya menatap kosong pada tindakanku.
"Apakah kamu tidak senang, Saudari Yeoju?"
"Ugh. Kenapa aku menyukainya?"
Menanggapi pertanyaan Jungkook, kakakku menatapku dengan tatapan penuh penghinaan. Ironisnya, Jungkook lengah mendengar kata-kataku.
Saat aku keluar setelah mencuci piring, mereka berdua sedang bermain-main, hahahoho, tanpa menyadari kapan mereka menjadi dekat.
"Saudari! Siapakah istrimu?"
"Saudara ipar? Kenapa?"
"Saudaraku memanggilku bajingan!"
"Ah, orang ini beneran!!!"

"Itu benar!"
"Oh, tidak!!!"
Jungkook hanya berdiri di antara kami dan menyaksikan kami saling berteriak.
──────────
Semoga kalian semua memiliki minggu yang menyenangkan.. haha
❤🥕🐰🐰🥕❤
