Kesempatan Terakhir

"Anda Terlambat"

Aku sampai di kelas dan membuka pintu geser. Semua perhatian tertuju padaku. Hoseok dan beberapa temannya juga ada di kelasku. Guru menatapku dan berkata, "Y/n, kamu terlambat, apa alasannya, dan kenapa kamu terlihat berantakan?" Aku membuka mulutku, menatap semua pengganggu itu, lalu berkata, "Maaf, aku jatuh dan terluka, sulit untuk bangun. Aku akan berusaha agar ini tidak terjadi lagi." Pak Kim menatapku dan berkata, "Oke, pastikan itu tidak terjadi lagi. Sekarang, duduklah dan buka buku Bahasa Inggrismu halaman 134." Aku duduk dan membuka buku Bahasa Inggrisku halaman 134. Aku merasakan tatapan mereka di punggungku, itu menyebalkan, mereka mengawasiku sepanjang hari. Hoseok duduk di seberangku, yang membuatku sulit berkonsentrasi.
Mereka mulai melempari saya dengan barang-barang seperti pensil, penghapus, dan bola-bola kertas kecil. Saya sangat marah sehingga saya berdiri dan berteriak CUKUP! Kelas menjadi hening. Pak Kim menatap saya seolah kecewa. Hoseok dan teman-temannya tertawa, semua orang sekarang tertawa. Kemudian Pak Kim berkata, "Y/n, kenapa kamu mengganggu kelas saya?" Saya tidak tahu harus berkata apa, jadi saya meminta maaf. Pak Kim kemudian berkata, "Kamu tinggal satu kali lagi, tenangkan dirimu." Tapi saya sudah berusaha, saya berusaha keras untuk tenang tetapi saya tidak bisa, semuanya terlalu berat. Saya duduk kembali tanpa ada yang mengganggu saya selama 3 jam pelajaran berikutnya. Sekarang waktu istirahat.

Aku punya tempat rahasia yang tak seorang pun tahu. Itu atap. Itu milikku, seluruhnya, aku merasa sangat bebas di sana. Jadi aku berlari keluar kelas tanpa ada yang melihatku. Aku sampai di atap dan berbaring. Di sinilah aku merasa paling rileks dan paling nyaman. Aku mulai mendengarkan setengah dari lagu-lagu di daftar putarku. Aku berdiri dan pergi ke tepi atap dan memegang kawat gerbang. Aku merasakan air mata menetes dari mataku dan selanjutnya yang kutahu aku sudah menangis tersedu-sedu.

  
*Pikiran*
Mengapa? Mengapa, Hoseok, mengapa kau meninggalkanku?

Apa yang telah saya lakukan?

Apakah aku benar-benar tidak berarti apa-apa bagimu?

Mengapa kau harus meninggalkanku seperti ayah?

Y/n, kenapa kau begitu bodoh, kenapa kau harus mempercayakan rahasiamu padanya?

Kenapaaaaa?!

Perlahan aku merasa lelah, lalu yang kulihat hanyalah kegelapan.