Malam ketika bintang-bintang menghilang
Anak dari Hutan Cermin

밤토린데여
2025.05.20Dilihat 12
Tangga itu tampak tak berujung. Seolah-olah mereka kehilangan jejak waktu, mereka menuruni tangga tanpa menyadari berapa menit atau jam telah berlalu. Akhirnya, ketika mereka merasakan lantai yang kokoh di bawah kaki mereka, semua orang menahan napas.
Di depan mataku... terbentang sebuah hutan. Tapi hutan ini bukanlah hutan biasa. Setiap pohon terbuat dari cermin. Ketika angin bertiup, dedaunan yang dilapisi cermin itu berdesir, menghasilkan suara lembut—seperti suara cahaya bintang yang pecah.
“Wow… Tempat apa ini…” Saat Huening Kai mengulurkan tangan dan menyentuh pohon cermin, seseorang membuka matanya di dalam cermin.
“Aku melihatnya! Sesuatu tadi bergerak!” teriak Taehyun, dan para anggota menatap cermin dengan saksama.
Di cermin… ada lima ‘mereka’.
Namun, mereka sedikit berbeda. Mata Soobin dalam, seperti cahaya bintang yang gelap, dan rambut Yeonjun terurai seperti Bima Sakti. Seolah-olah mereka berasal dari dimensi lain.
Lalu seorang anak keluar dari cermin.
Seorang anak laki-laki berbaju putih. Matanya seperti bintang pagi. Dia membuka mulutnya dengan pelan.
“Kalian… akhirnya sampai di sini.”
“Siapakah kau? Bagaimana bisa kau…?” tanya Yeonjun, tetapi anak laki-laki itu menggelengkan kepalanya.
"Waktu hampir habis. Kita harus mengumpulkan lima kunci sebelum bintang itu menghilang sepenuhnya. Kunci pertama ada di hutan ini."
Bocah itu mengulurkan tangannya. "Tetapi, sampai cermin mencerminkan kebenaran, tidak ada yang bisa dicapai. Kalian masing-masing harus berdiri di depan cermin kalian sendiri."
Kelima orang itu berdiri di depan cermin, di mana masing-masing dari mereka melihat diri mereka sendiri.
Dan pada saat itu
Cermin itu mulai memantulkan emosi yang sebenarnya mereka sembunyikan.