Hubungan dengan suamiku yang bosan... (Pemeran utama pria: Jimin)

5] Kwon • On • Nam • Sa (Jimin 2)

photophoto

ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ





(Bersambung dengan Yeoju 2)




Sudut pandang Jimin



"Saudara laki-laki!"











"Yuha?"













"Ya ya!"











"Mengapa?"











"Ayo kita makan!"









"Oke, ayo kita pergi."







KakaoTalk!






"?"







(mencium)








"Kim Yeo-ju?"








"Siapakah Kim Yeo-ju?"








"Yuha, keluarlah."








"Yuha... aku ingin pergi bersamamu..."








"Karena dia adalah orang penting,"








"Ah... tamu?"







"Ya, perusahaan."







(senyum)






"Oke!"




[11:55]


☆Mohon abaikan waktu

☆Mohon abaikan tanggalnya








"Mengapa dia mengirimiku pesan..."









photo








"Kurasa aku tidak akan berubah pikiran..."








Jimin tertawa sia-sia









"tertawa terbahak-bahak"










"Saudara laki-laki!"







"Sudah berakhir???"






"Oh, sekarang"






[12:34]





KakaoTalk!









"?"










"Apa itu?"









"Ah...adik yang kukenal"









"Yuha"










"Ya?"









"Kurasa cerita ini akan panjang, jadi kamu duluan."









".......Hah!"












☆Mohon abaikan waktu

☆Mohon abaikan tanggalnya

photophotophoto








"Mengapa Kim Yeo-ju sedang flu?"










"......Ha...."











'Sebenarnya, saya tidak tahu.......'











'Apakah ini benar-benar sesuatu yang bisa saya lakukan untukmu?'











'Dulu kamu tidak seperti ini...'










'Mengapa aku seperti ini...?'











'Aku... aku sedikit menyesalinya sekarang....'












'Tapi... kalau dipikir-pikir sekarang, aku sudah sangat menyakitimu.'












'Tidak ada yang bisa saya lakukan saat ini'












'Aku hanya akan menjadi orang jahat dan kau akan meninggalkanku.'











'Mungkin kita memang tidak ditakdirkan bersama...'











"Ha........"










"Sungguh....."










"Aku menyedihkan....."











'Apa sulitnya itu...? Aku pasti bisa melakukannya?'










'Saya minta maaf...dan memohon pengampunan...'










'Ini tidak akan berhasil, kan...?'










"Oppa~"












"Ayo pergi,"












Bersambung di episode selanjutnya_