
"Astaga..."
"Hei!! Seo Myeong-ho!!"
Gedebuk -
" ..siapa kamu "
"Oh, saya mahasiswa tingkat akhir tahun ketiga" ???
"Woo-seok, keluar lewat pintu belakang sebentar" ???
"Ah... ya"
"Hei, kamu mau pergi?!" Seokmin
"Hei, ayo kita pergi bersama," kata Wonwoo.
"Oke, kalau aku tidak datang dalam 5 menit, masuk lewat pintu belakang."
"Aku mau keluar~"
"Aku cemas..." Wonwoo
.
.
.
.
[Pintu belakang]
"Kamu ada di mana.. "
"Halo, apakah Anda Dasulkyung?" Wooseok
"Oh, ya, saya Dasulkyung."
"Nama saya Choi Woo-seok" Woo-seok
"Oh, ya..."
"Mari berteman" Woo-seok
"Aku hanya meneleponmu untuk mengatakan itu!" Woo-seok
"Sampai jumpa lagi, Seol-kyung!" Woo-seok
"Apa-apaan ini... Kau bahkan tidak menjawabku"
"Situasi apa ini?"
"Aku harus pergi setengah jalan..."
.
.
.
.
[ 2 - 6 ]
"Kenapa Seol-gyeong tidak datang?" Seok-min
"Belum genap 5 menit," kata Wonwoo.
"Tunggu, aku bisa keluar nanti," kata Wonwoo.
Ketuk ketuk -
"Hei bro~"
"Aku kembali lagi"
"Hei, apa yang tadi kau katakan?" Wonwoo
"Aku tidak mengatakan apa-apa, hanya ingin berteman?"
"Ngomong-ngomong, kudengar dia meneleponmu untuk berteman."
"Kau lari tanpa mendengarkan jawabanku terlebih dahulu."
"Jadi itu yang kau suruh aku katakan?" Seokmin
"Di pintu belakang?" Seokmin
"Benarkah begitu?"
"Teman-teman!!" Ketua OSIS
"Guru kelas Anda sedang menghadapi keadaan khusus." Ketua OSIS
"Kelas kalian boleh meninggalkan sekolah lebih dulu!" Ketua OSIS
"Ayo langsung pulang saja" Ketua OSIS
"Wow, ini keren sekali!"
"Hei, ayo kita ke minimarket!" Seokmin
"Saya akan maju duluan karena kepemimpinannya," kata Myungho.
