txt. Kumpulan cerita pendek

khawatir

Aku juga menyelesaikan sekolah dengan tenang hari ini(?)

Choi Yeonjun: Hei, Jeong Yeoju, ayo pulang bersama.

Jeong Yeo-ju: Ha...kenapa aku harus...terlalu berisik kalau aku pergi bersamamu...

Choi Yeonjun: Tidak... Aku janji, aku akan benar-benar tenang hari ini...

Jeong Yeo-ju: Kalau begitu... aku akan membelikanmu es krim. Kamu punya banyak uang.

Choi Yeonjun: Oke, oke!

......

Jeong Yeo-ju: Saya Byung-in-ho

Choi Yeonjun: Lalu bagaimana denganku? Mint Choco

Jeong Yeo-ju: Wah, aku juga, aku ingin makan itu;;

Choi Yeonjun: Hahahaha, aku yang akan menembak!

Jeong Yeo-ju: Hanya dengan 1200 won...;;;

Choi Yeonjun: Haha..

......

Choi Yeonjun: Hei, apakah kamu punya kekhawatiran?

Jeong Yeo-ju: Khawatir...? Eh... aku cuma nggak punya uang untuk melakukan kegiatan fandom akhir-akhir ini...

Choi Yeonjun: Oh, Tomorrow... Bye... Tomorrow?

Jeong Yeo-ju: ? Tomorrow X Together..."";;;;; Apa aku salah menyebut nama oppa kita?? Aku akan memaafkanmu hari ini(?)

Choi Yeonjun: Ah. JS

Jeong Yeo-ju: Lalu bagaimana dengan Anda? Apakah Anda memiliki kekhawatiran?

Choi Yeonjun: Ya...

Jeong Yeo-ju: Apa itu?

Choi Yeonjun: Ada seseorang yang kusukai... tapi kurasa dia tidak menyukaiku.

Jeong Yeo-ju: Ya ampun, mengakulah. Saat kau mengaku dengan wajahmu, satu-satunya orang yang bisa menolakmu adalah wajahku.

Choi Yeonjun: Ah...kalau begitu aku tidak bisa melakukannya.

Jeong Yeo-ju: ?

Choi Yeonjun: Tidak... Lalu bagaimana dengan kalimat pengakuan cinta?

Jeong Yeo-ju: Apa... kau menanyakan itu padaku?

Choi Yeonjun: Ah, Jeong Haejooooong, komentar seperti apa yang Anda inginkan?

Jeong Yeo-ju: Eh... Akan saya beri contoh sederhana... Hei, sepertinya aku sangat menyukaimu, jadi ayo kita kencan. Kira-kira seperti itu?

Choi Yeonjun: Wah, kedengarannya bagus. Oke kalau begitu? Mari kita bertemu lewat telepon menggunakan KakaoTalk.

Jeong Yeo-ju: Kenapa dia seperti ini hari ini... Aku bertemu dengannya.;;

Choi Yeonjun: Ah oke, terima kasih, terima kasih. Cepat pulang!!

...sekitar satu jam kemudian...

[Ini adalah panggilan telepon!]

[Choi: Hei, apa-apaan ini]
[Jung: Oh, kenapa? Apa lagi yang ingin kau tanyakan? Dan aku sedang menonton film.]
[Choi: Hei, sungguh, sebentar saja. Ibu meminta Ibu membawakanmu sesuatu, jadi ayo keluar ke taman bermain sebentar.]
[Jung: Nona...ini menyebalkan...Saya akan meninggalkannya di pintu]
[Choi: Tidak...kau dan aku harus menerimanya];;;
[Jung: AC, itu menyebalkan... Kalau begitu, tetaplah di taman bermain.]

Berhenti.

Jeong Yeo-ju: Hehe... Ini menyebalkan... Kurasa aku akan memakai sesuatu dan keluar saja.

Selangkah demi selangkah.

Choi Yeonjun: Hei hei! Ke sini!
Jeong Yeo-ju: Berikan padaku, aku akan masuk.

Choi Yeonjun: Ah...ah, tunggu sebentar...

Jeong Yeo-ju: ?

Choi Yeonjun: Yeoju, kurasa aku sangat menyukaimu. Ayo kita berkencan, Jeong Yeoju.

Jeong Yeo-ju: .....Apa...? Apakah itu sebabnya kau bertanya tadi?

Choi Yeonjun: Ya... Aku ingin membuat pengakuan yang tak akan bisa kau lupakan.

Jeong Yeo-ju: ...Mengapa aku harus melupakanmu? Mengapa aku sudah berpikir untuk putus?

Choi Yeonjun: Ah... tapi... apa jawabannya?

Jeong Yeo-ju: Ugh...

Choi Yeonjun: Hah? Apa?

Jeong Yeo-ju: Aku juga menyukaimu.

Choi Yeonjun: Mulai sekarang, berhentilah membicarakan Tomorrow dan tataplah aku saja.

Jeong Yeo-ju: Aku tidak suka itu... Ah... Oke

Choi Yeonjun: Aku mencintaimu

Jeong Yeo-ju: Aku juga









Maaf. Aku menulis ini di tengah malam, jadi tulisannya agak berantakan. Gila banget...^^


Sonting PhilSiuuu(diperlukan)>_<