*Anak-anak lainnya=-*
Hari itu adalah hari terbaik bagi kami.
Tidak ada buku harian yang ditulis setelah itu.
Saya memindahkannya ke buku harian yang berada tepat di sebelahnya.
Dilihat dari isinya, sepertinya tulisan ini dibuat saat saya masih duduk di bangku SMA.
.
.
.
.
Yoongi... eh... oppa!!!
"Sudah kubilang, katakan saja ya..."
Itu...sulit...
"Mulai sekarang, berusahalah lebih baik, Nak."
Hei, kita seumur, tapi kamu memanggilku anak kecil...
"Ya ampun, kamu pandai sekali mengatakan itu!!"
:....Delapan..Ayo lompat!!
"Hei!! Min Yeo-ju!!!!"
Deg deg
Entah mengapa, aku lari dari Yoongi.
.
.
keping hoki
:..Ah..Oh, maaf!!
Kecantikan orang itu sungguh menakjubkan.
Mungkin... waktu itu aku masih SMP...?
Entah kenapa aku merasa itu mirip dengan diriku.

-Eh...um...apakah kamu baik-baik saja..?
:Hah? Ah..ya!!
"Min Yeo-ju!!!!!
:.....Sialan

- Hah?? Apa itu?
:..?..Oh..Tidak
.
.
Saya merasa aneh karena saya tidak merasa antusias dengan penampilannya ini.
Saya mencatat nomor teleponnya dan berlari pulang sambil berkata, "Saya sangat menyesal."
.
.
.
.
.
Oh, tentu saja setelah mendengar dari guru.
Saat sampai di rumah, saya tahu ibu saya belum pulang, jadi saya memanggilnya.
Aku bertanya apakah Yoongi dan aku bersaudara.
Jantungku bahkan tidak berdebar kencang saat bertemu Taehyung.
Ibu bertanya mengapa aku begitu menghakimi hal itu.
Dia menyuruhku beristirahat hari ini dan ibuku pergi bekerja.
.
.
.
Kwadang
Ha...aku jatuh lagi.
Saya terjatuh saat berjalan dari dapur ke sofa ruang tamu.
Maaf, saya belum bisa membuat cerita berseri dalam jumlah banyak.
Silakan pergi ke papan pengumuman dan lihat pengumuman pertama.
