Bangchan mahasiswa Hukum yang dikenal banyak di kalangan mahasiswi karena ketampanannya dan kelembutan hatinya, tidak heran banyak perempuan yang mengejar Bangchan. tapi, sayang nya Bangchan sudah memiliki kekasih, beruntung sekali bukan? iya perempuan yang menjadi kekasih nya sangat beruntung, pasalnya Bangchan benar menjaga hatinya untuk satu orang perempuan
"kita jalan minggu ini, gimana?" ajak Chan
"hmm tapi aku mager kak, kita nonton di rumah aja gimana? atau nemenin kamu bikin lagu"
"haha oke deh, kita nonton di apartemen kakak aja ya"
"setuju!!!" seru perempuan itu
bukan hanya perempuan itu yang beruntung, Bangchan pun merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan perempuan yang sudah banyak membuat nya merasa kan mimpi didepan mata. Bangchan sangat mengakui bahwa ia mencintai perempuan ini dengan sepenuh hati, Bangchan ingin banyak menuliskan impian nya bersama perempuan ini. intinya, Bangchan hanya menginginkan dia.
hari Jum'at Bangchan ada kegiatan untuk ikut futsal bersama teman-teman nya, Bangchan sangat kompeten dalam mengatur waktunya sehingga orang tersayang nya tidak merasa diabaikan
"by, selesai ini aku izin futsal ya"
lihat? Bangchan masih menyempatkan meminta izin dengan perempuan yang di cintai nya ini
"iya kak.. karena kakak udah nemenin aku buat tugas disini, have a fun kak!!" serunya
Bangchan mencubit hidungnya
"gemesin banget pacarnya siapa hmm?"
Bangchan mendekat mukanya di depan perempuan itu dan perempuan itu mengedipkan kedua mata nya lucu.
"kamu cantik." ucap Bangchan saat melihat perempuan itu berkedip menandakan dia malu atau gugup.
pipi perempuan itu memerah...
"Kakak Chan..." bisiknya malu-malu.
"jangan tinggalin kakak, sekalipun itu memang kesalahan kakak jangan langsung tinggalin kakak.. kakak sayang kamu, kamu mimpinya kakak"
"aku gak bisa janji kak, tapi aku akan usahakan untuk kak Chan. terima kasih sudah merangkai mimpi bersama"
perlahan-lahan
satu kecupan manis jatuh di pipi merah perempuan itu
"Aku mencintaimu..." kata Chan lembut.
"Aku juga mencintaimu, saudari," jawab wanita itu.
Bangchan tersenyum sembari mengacak gemas rambut perempuan itu
"ayo pulang, kakak bentar lagi futsal"
perempuan itu mengangguk
