"y/n kenapa, apa itu terasa seperti racun?" Tanya Seungmin yang melihat aku memberhentikan kunyahan ku
"Oh gak, ini enak!!" Aku berseru keras menyakinkan mereka bahwa ini enak
"Aku ingin mencobanya" pinta hyunjin
"Ini ambillah, kau benar-benar harus mencobanya kalian juga" kataku sambil menyodorkan kotak makan itu
Mereka semua terlihat girang saat menerima kotak makan itu
"Ah ini gak akan bertahan lama, aku harus pulang, bagaimana ini aku bingung" kataku dalam hati
"Y/n Kenapa kok kaya kebingungan gitu?" Tanya Felix
"Oh gakpapa kok" kataku tersenyum
"Benar ini enak, ternyata Changbin juga jago masak ya" kata Seungmin yang baru saja mencicipi nasi goreng Changbin
Kak Minho sedang menelepon...
"Ah beruntung lah kak Minho menelpon jadi aku ada alasan untuk kabur dari sini lalu pulang" lirihku
"Guys aku angkat telpon kak Minho dulu" aku buru-buru berdiri
"Eh ini makanannya gimana?" Tanya hyunjin
"Kalian habiskan saja, tolong bilang pada nya aku yang habiskan" aku berteriak
Aku mengangkat telpon kak Minho di tengah perjalanan menuju kekelas
"Kak Minho, aku harus pulang, aku tak sengaja memakan udang hari ini"
"Ck, bagaimana bisa? Cepat, aku antarkan, izin sama ketua kelas dulu sana, pelajaran ku kosong selesai ini"
"Baiklah"
"Cepat aku sudah menuju ke parkiran, aku akan menunggu disana jangan matikan telponmu"
"Iya kocheng"
Aku mempercepat langkah ku menuju kelas, untunglah ketua kelas nya ada di dikelas
"Ayen, izinkan aku hari ini, aku harus pulang karena– kau bisa liat ini?" Aku menunjukan ruam merah yang sudah timbul di bagian tangan ku.
(Bisakah kamu membayangkan Ayen menjadi ketua kelas? :"))
"Baiklah, cepat lah pulang" Ayen menampakkan wajah khawatir nya
"Terima kasih ayen" aku tersenyum padanya dan bergegas mengambil tasku
"Apakah kamu perlu aku antar?" tanya Ayen sebelum aku meninggalkan kelas.
"gak perlu gak apa-apa" aku sekali lagi tersenyum pada ketua kelas yang lucu itu
Aku terpaksa harus berlari menuju parkiran aku tak bisa menahannya lagi gatal perih sesak mual pusing itu yang aku rasakan sekarang
Aku mengambil kembali hp di saku ku
"Kak Minho aku sudah tidak kuat"
"Sial, kau ada dimana?"
"Hampir tiba, hidungku semakin tersumbat, saudaraku."
"Berhentilah, tunggu disana aku susul"
Aku memberhentikan jalanku, aku jatuh terduduk di tengah jalan rasanya sungguh tak karuan aku ingin cepat pulang
"Y/N" panggil seseorang yang membuatku memberhentikan aktivitas menggaruk bagian wajahku yang terasa gatal
"Kak Minho" aku menangis saat melihat kak Minho datang
"Jangan digaruk, ayo cepat"
Kak Minho menggendong ku, dan berlari cepat menuju mobil
Sesampainya dimobil kak Minho dengan cepat menyiapkan oksigen untukku yang telah tersedia didalam mobil, mobil kak Minho emang sudah seperti ambulan itu karena aku.
"Astaga, Kenapa bisa begini?" Tanyanya yang sangat khawatir kali ini
Aku berusaha sekali untuk menjawabnya tapi sudah tidak sanggup lagi
"Tak perlu, nanti saja sekarang kita pulang tidurlah"
Aku menutup mataku perlahan merasakan lega saat sudah terpasang oksingen
"Kak Minho" suara parau ku saat terbangun
"Iya iya kakak disini" kak Minho langsung menghampiri ku
"Aku haus"
Kak Minho membantuku untuk duduk dan memberikan segelas air
"Gimana udah gak gatel lagi, masih sesak gak, masih pusing, mual?"
"Satu-satu nanyanya"
"Kakak tuh khawatir tau, mama papa lagi gak ada dirumah bukannya sehat sehat malah cari sakit"
"Ya maaf kak, aku tadi makan nasi goreng buatan Changbin aku gak tau kalo di situ ada udangnya"
"Lho Changbin gak tau kalo kamu alergi udang?"
"Gak tau kak"
"Ck, pacar macam apa changbin, dia mau ngebunuh pacarnya sendiri" Minho berceloteh kesal
"Bukan gitu kak, kan tau sendiri kalo Changbin itu gimana" aku menunduk sedih mendengar celotehan kak Minho
"Ya tapi gak gini juga dek, kakak tau dia cuek dia apalah itu masa gak ada sedikit pun yang dia tau tentang kamu. Kalian udah lama lho pacaran, kamu juga kok tahan banget pacaran sama batu kaya gitu" kak Minho duduk disebelahku mengelus kepala ku
"Tapi aku suka setidaknya gak ada kata lebay alay di hubungan kami" itu bohong
"Aku sudah tidak mengerti lagi, aku tidak tahu apa yang sedang terjadi..." katanya sambil memutar matanya dengan malas.
"Mweheheheheh" aku terkekeh lucu
"Makan ya, abis itu minum obat kakak mandi dulu"
"Oh, kapten"
Kak Minho beranjak dari kasur ku, dan menyodorkan makanan padaku, aku melangsungkan kegiatan makanku, sambil menonton tv.
Hal-hal
Hal-hal
Binnie
selingkuh? aku juga bisa!
