PILIH HYUNJIN!

Batu 4

Tak lama aku sampai cukup melelahkan berlari ke sini, dan benar disana ada Changbin. 

"Maaf aku lama" kataku menunduk tak ingin menatap Changbin aku malu dengan wajah monster ku, dan duduk disebelahnya 

"gak apa" 

"Ck, bahkan dia tidak perduli dengan keadaanku" gumam ku dalam hati 

"Jelaskan apa yang bisa kau jelaskan" katanya yang sama dengan ku tidak ingin menatap 

"Maksudmu aku gak ngerti?" Tanyaku bingung 

"Banyak alasan, ini akan hujan cepatlah" celetuk Changbin 

"Aishh binnie aku memang gak tau apa-apa kenapa kamu seperti ini! Jika memang gak niat bersama ku lagi tinggalkan aku kenapa harus memaksa aku menjelaskan apa yang benar aku gak ketahui!" Bentak ku lelah dengan perlakuan Changbin 

Changbin menampakkan wajah terkejut sekaligus dengan khawatir, Ya aku menampakan wajah ku ke Changbin. 

"Ada apa dengan wajahmu?" Tanyanya khawatir 

"Sudahlah itu gak penting! Sekarang apa mau mu kalau gak ada aku pulang membuang waktu istirahat ku aja untuk sampai kesini!" Lagi- lagi aku marah padanya 

Kenapa Changbin hanya diam menatapku dengan ekspresi seperti itu 

Aku sudah tidak tahan lalu aku berdiri beranjak akan pergi 

"Tunggu" Kata Changbin menahan tanganku 

Aku menepiskan genggaman nya 

"Maaf aku egois duduklah dulu" 

Aku terpaksa duduk kembali karena pada kenyataan nya aku masih lelah 

"Siapa Minho?" Tanya Changbin tanpa ragu 

"Sepupuku" 

"Ada apa denganmu kemarin, kenapa dia menggendongmu dan membawamu kedalam mobil?" Tanya Changbin yang sedikit menunduk untuk melihat wajahku 

Aku mendongak dan melepas kan masker ku

"Aku sakit, lihatlah aku menjijikan bukan?" 

Changbin langsung memelukku erat, dan aku hanya pasrah. 

"Maafkan aku udah berpikiran yang enggak-enggak ke kamu"

"gakpapa" 

"Kamu sakit apa?" 

"Aku alergi udang" 

Changbin langsung melepaskan pelukan nya dan menatapku 

"Nasi gorengku?" 

Aku hanya mengangguk 

"Ck bodoh aku bodoh" Changbin menundukkan kepalanya dan memukulnya tidak terima akan kenyataannya bahwa dialah yang membuatku sakit 

Aku sedih melihatnya,  lalu Aku menggapai tangannya 

"gakpapa Changbin, ini bukan salahmu" 

"gak y/n, ini salahku aku yang bodoh, aku gak pernah tahu apapun tentang mu dan sekarang malah mencelakakan mu" kata Changbin makin seperti orang yang frustasi 

Aku tersenyum mendengar penuturan nya 

"Binnie! Aku gakpapa sekarang berhentilah memukul kepalamu" aku berusaha menahan amarah dan tangannya yang terus menerus memukul kepalanya 

Hingga aku harus berjongkok di depan nya agar dia melihat ku berharap untuk meberhentikan kegiatannya 

"y/n, Kita sudahi saja" katanya yang hanya sedikit terdengar di telinga ku 

"Ayo kita sudahi hehe" kataku berusaha tegar memamerkan senyum manisku 

"Berdiri," perintahnya.

Aku berdiri didepan nya 

"Maaf selama ini aku menyakiti mu maaf aku tak bisa menjaga mu maaf aku gak bisa jadi orang yang seperti kamu inginkan, maaf kan aku karena keegoisanku kamu sering tersakiti. Aku menyayangimu sungguh, tapi dengan cara ku dan sikapku aku sadar kamu gak pantas mendapatkan nya" penjelasan Changbin hanya masih menundukkan menatap kakiku 

Aku sudah berusaha menahan air mataku. 

Aku menepuk punggung Changbin 

"Seneng bertemu denganmu Changbin, terima kasih untuk waktu yang lama ini" 

"Sekali lagi aku minta maaf y/n" 

"Sudah kumaafkan, pulang lah aku akan pulang ini sudah rintik" ucapku dan langsung meninggalkan nya.