pemungutan suara(?

episode kedua

Bulan

Sejak kapan bulan dan bumi ada?
Apakah seperti inilah cara kita bersama?
Keberadaanmu saja sudah cukup untuk membuatmu bersinar.
Bisakah aku tetap berada di sisinya?
Kaulah bumiku, bagimu aku hanyalah bulan.
Bintang kecilmu yang menerangi hatimu
Kaulah bumiku dan yang kulihat hanyalah dirimu.
Aku hanya menatapmu seperti ini
Semua orang bilang aku cantik tapi
Lautku semuanya hitam
Bunga-bunga bermekaran dan langit biru bertabur bintang.
Kamu sungguh cantik.
Tiba-tiba aku berpikir, apakah kau juga menatapku sekarang?
Aku penasaran apakah kau akan mengetahui tentang semua luka-lukaku yang menyakitkan ini.
Aku akan berada di sisimu, selalu mengawasimu.
Aku akan menjadi cahayamu, sepenuhnya untukmu.
Aku bahkan tidak punya nama
Sampai aku bertemu denganmu
Kau memberiku cinta
Sekarang ini alasanku
Kaulah bumiku, bagimu aku hanyalah bulan.
Bintang kecilmu yang menerangi hatimu
Kaulah bumiku dan yang kulihat hanyalah dirimu.
Aku hanya menatapmu seperti ini
Di malam bulan sabit
Bahkan saat aku memejamkan mata, kau datang menghampiriku dengan cepat, kau biru
Di malam bulan purnama
Bolehkah aku membuka mata dan memelukmu?
Tiba-tiba aku berpikir, apakah kau juga menatapku sekarang?
Aku penasaran apakah kau akan mengetahui tentang semua luka-lukaku yang menyakitkan ini.
Aku akan berada di sisimu, selalu mengawasimu.
Aku akan menjadi cahayamu, sepenuhnya untukmu.
Di siang yang terang dan di malam yang gelap
Engkau yang melindungiku
Bahkan saat aku sedih atau sakit
Kau sungguh bersinar bagiku
Lebih dari sekadar kata-kata, terima kasih.
Aku akan berada di sisimu
Jauh lebih terang di malam yang gelap.
Aku akan tetap berada di sisimu
Tiba-tiba aku berpikir, apakah kau benar-benar mengenal dirimu sendiri?
Apakah kamu tahu betapa indahnya keberadaanmu?
Aku akan berada di sisimu, selalu mengawasimu.
Aku akan menjadi cahayamu, sepenuhnya untukmu.