
“Bu, aku menggambar sebuah gambar agar Ibu menjadi seorang putri.”

“Singkirkan itu”
“Aku tidak ingin melihatmu, jadi pergilah ke kamarmu.”
“Hidupku jadi berantakan karenamu”

"Hai"
“Yejin, saat kamu masuk ke kamarmu, mintalah camilan pada ibu dapur.”

“Apa salahku? Kalau saja bukan karenamu
Kalau saja anak itu tidak ada, aku tidak akan hidup seperti ini."
"Yejin? Dan kau memberi anakku nama yang merupakan gabungan namamu dan Im Yeoju?"
“Kau masih belum melupakan Im Yeo-ju?”

“Apakah kamu hanya mengucapkan kata-kata Eun-ju?”
