
Saya tidak tahu berapa hari lagi yang tersisa
Hari-hari yang familiar di masa lalu
Semua orang sudah bisa berjalan lagi.
______________
Kenangan akan masa itu masih tetap鮮明.
Lonceng yang berbunyi hingga ujung lorong, ketegangan berdiri di depan papan tulis,
Dan momen-momen tertawa dan mengobrol bersama teman-teman.
Semua itu terungkap dalam pikiran saya seolah-olah terjadi kemarin.
Saat itu aku belum mengetahuinya.
Bahwa begitu momen-momen itu berlalu, mereka tidak akan pernah kembali.
Mengenakan seragam sekolah dan berjalan di jalan yang sama setiap hari adalah rutinitas harian saya.
Tanpa menyadari betapa berharganya hal yang tersembunyi dalam kehidupan sehari-hari itu.
Aku melewatinya tanpa menyadarinya. Tapi sekarang aku melihatnya.
Seandainya aku bisa menempuh jalan itu lagi,
Aku ingin memberitahumu bahwa semuanya terasa istimewa bagiku saat itu.
Pada hari wisuda, aku dengan canggung menyapa teman-temanku dan tertawa,
Ada kekosongan aneh di hatiku.
Kenyataan bahwa aku tidak akan lagi bisa bertemu denganmu setiap hari
Hal itu sepertinya membuat kita menjadi dewasa.
Meskipun kita tahu bahwa sudah waktunya bagi kita masing-masing untuk menempuh jalan kita sendiri,
Dalam benakku, seolah waktu di kelas itu masih berhenti.
Masa-masa itu telah berlalu.
Mimpi dan kekhawatiran yang kita bagi bersama saat itu,
Dan kenangan yang kita buat saat tumbuh bersama.
Itu akan selalu tetap ada dalam diriku.
Mungkin dalam perjalanan ke depan
Akan tiba saatnya ketika kamu akan merindukan hari-hari itu lagi.
Seolah-olah aku sedang berjalan kembali menyusuri masa lalu yang familiar,
Kenangan tertawa dan menangis bersama di jalan itu kala itu
Ini akan menerangi jalan di depan.
Jika kita bertemu lagi suatu hari nanti,
Apakah kita bisa kembali ke keadaan semula?
