Menulis sebagai lirik lagu

14. Yuuri - Betelgeuse

photo

Kita saling menemukan dan saling meraba-raba.
Langit yang sama

Kami berjanji untuk bersinar hanya berdua saja.
Jauh, sangat jauh, Betelgeuse yang tak berujung
Keajaiban yang menghubungkanmu dengan seseorang

(Korea)
Kita saling menemukan, saling menjangkau, dan berbagi langit yang sama.

Aku sudah berjanji pada kalian berdua bahwa kita akan bersinar.
Betelgeuse, bintang tak berujung di kejauhan
Keajaiban yang menghubungkanmu dengan seseorang




________________





Pertemuan pertama saya dengannya terjadi di bawah langit yang gelap.
Itu adalah sebuah observatorium kecil di pinggiran kota, bahkan di luar jangkauan cahaya kota.
Hamparan bintang yang tak berujung itu tampak hidup, seolah bernapas.
Hari itu, gumamnya sambil memandang bintang-bintang.

"Kita semua terhubung. Seperti Betelgeuse di kejauhan."

Kata-katanya membuatku menyadari sesuatu.
Rutinitas tanpa makna yang selama ini saya ulangi setiap hari tiba-tiba terasa penting.
Aku mengikutinya, mengangkat kepala dan menatap langit.
Betelgeuse yang bercahaya merah itu sedang menatap kami dari atas.

“Mengapa Betelgeuse?” tanyaku.
"Bintang itu akan meledak suatu hari nanti."
Akhir ceritanya belum ditentukan.
Namun bahkan hingga saat itu, hal itu telah membawa pencerahan bagi banyak orang.
Bukankah itu mirip dengan alasan kita hidup?"

Cahaya bintang berkelap-kelip di matanya.
Kami saling pandang.
Pada saat itu, saya merasakan hubungan yang mendalam dengan orang asing ini.

"Kalau begitu, mari kita berjanji?" tanyaku.
"Janji apa?"
"Mari kita saling membuat satu sama lain bersinar di bawah langit itu."
"Cukup berarti tidak apa-apa meskipun akhir itu datang."

Dia tersenyum dan mengulurkan tangannya. Aku meraihnya. Tangannya hangat.
Pada saat itu, seolah-olah semua bintang di langit bersinar menerangi kami sekaligus.



Setelah itu, kami menghabiskan banyak waktu bersama-sama memandang bintang-bintang.
Seperti bintang, masing-masing dengan orbitnya sendiri,
Terkadang kami menjauh dan terkadang kami mendekat.
Namun janji di antara kami tetap teguh.
Seperti keajaiban yang menghubungkan kita melalui Betelgeuse.

Suatu malam, katanya,
"Ketika bintang itu menghilang, mungkin aku juga tidak akan ada di sini."
"Apakah itu tidak apa-apa?"

Aku menatapnya dan menggelengkan kepala.
"Kau selalu di sini. Cahayamu tak pernah pudar."

Dan kami kembali menatap langit.


Bintang Betelgeuse masih bersinar di langit kita.