"Kamu, jadilah pengantar ciumanku"

22 | Kamu, jadilah pengantar ciumanku



-2 tahun kemudian-

Yeoju dan Jeongguk memiliki seorang anak.
Dia juga seorang putri yang sangat cantik dan penyayang.

Setelah putrinya, Yeji, lahir, Yeoju selalu bahagia.
Jeongguk selalu merasa sedih sejak putrinya, Yeji, lahir.

-"Ya ampun, ya ampun"

Meskipun baru berusia 2 tahun, Yeji cukup pandai berbicara.
Tokoh utama wanita itu bangga.

"Mengapa kamu di sini?"

-"Aku akan menggambar Yeti."

"Oke, kemarilah."

-"Ya!"

samping-

-"Umkiki"

"Ck...."

-"Pilih appa"

"Hehehe, Illuwa"

"Ugh, pokoknya, aku jadi iri sama Jeon Jungkook."

-"Hehehe, aku akan memilih seorang ayah."

"Hah?"

"Yeji menyuruhku menciummu, kemarilah."

"Tidak, saya mengerti..."

samping-

-"Hehehe"

-"Ya Tuhan, ya Tuhan"

"Hah?"

-"Apakah Yeti lebih efektif daripada Appa?"

"Tentu saja....."

"๐Ÿ˜‘๐Ÿ˜‘"

"Hahaha, Ibu suka keduanya."

-"Beep... Yeti marah."

"Tidak, tidak, Yeji lebih baik~"

"...Ck, Jeongguk kesal."

-"Ayah, sama-sama"

"Apa yang kau bicarakan? Jeon Ye-ji lah yang paling kekanak-kanakan."

-"Ugh...ugh"

"Mengapa kamu membuat anak itu menangis!"

"Tidak, Jeon Ye-ji dulu..."

"Menjadi seorang ayah, sungguh, ugh ugh"

Tokoh protagonis wanitalah yang memasuki ruangan sambil menggendong Yeji.

"Tidak, Jeon Ye-ji yang mengatakannya duluan..."

Situasi politik masih tetap tidak adil setelah itu.

๐Ÿคœ Silakan kirimkan pesan kepada saya ๐Ÿค›

Ya ampun... Aku juga ingin menangis, penulisใ… ใ… 
Pekerjaan ini sedang dipercepat menuju penyelesaian...
Sayang sekali, tapi ya sudahlah, tidak ada bahannya haha

Lalu penulis akan pergi-!
(Jika Anda tidak menulis komentar tanpa mengirim pesan, tambahkan rubah di akhir)
Aku akan memisahkan Jungkook dan Yeoju!!)